Khas Parsoburan

2007 Juni 21
by sahat

Setiap daerah tentunya punya ciri khas dalam berbicara, makanan, dan adat istiadat, karena saya dari Parsoburan yang akan saya ceritakan disini adalah khas Parsoburan dalam berbicara .Dalam berbicara orang parsoburan ada khas tersendiri dengan kata – kata sebagai berikut :

  1. Ale , misalnya dalam kata : “Ise do ale na ro i ?” (Siapa yang datang itu ?)
  2. Bea, misalnya dalam kata : “Unang songon i ho bea.”(Jangan seperti itulah kawan.)
  3. Limpul, misalnya dalam kata : “Sadia do argana sada , boi do on limpul? (Berapa harga satunya, bisa dengan harga limapuluh rupiah )”
  4. Mangonai, misalnya dalam kata : ” Mang ale tahe , mangonai.” (Waduh kog begitu sich ?)

Dan masih banyak lagi khas bicara orang parsoburan yang belum dapat kami tulis karena penulis sebagian sudah lupa , maklum sudah lama pulak aku tak pulang kesana . Parsoburan sai huingot do ho tano hatubuanku, jala sai masihol do ahu tu ho ( Aku rindu padamu parsoburan ).

 

5 Tanggapan leave one →
  1. 2007 Juni 25

    Ha..ha..ha benar sekali bang..!
    Terus logat (dialek?) nya juga khas..unik, lain dari dialek daerah lain meski sama-sama di Tapanuli/Tanah Batak.
    Begitu uniknya, sampai-sampai kalau kita ke suatu tempat atau daerah dan ada orang Batak berbicara pakai kata-kata khas dan logat tadi hampir bisa kita pastikan itu dari Parsoburan :)
    Bang Sahat masih pernah dengar “ledekan” begini nggak dari sesama orang Batak yang tau Abang dari Parsoburan ?
    “Sadia sada hudon dohot…..??” he..he..he, Saya masih sering jadi bulan-bulanan Bang :) .

  2. 2007 Juni 25

    Ha..ha..ha benar sekali bang..!
    Terus logat (dialek?) nya juga khas..unik, lain dari dialek daerah lain meski sama-sama di Tapanuli/Tanah Batak.
    Begitu uniknya, sampai-sampai kalau kita ke suatu tempat atau daerah dan ada orang Batak berbicara pakai kata-kata khas dan logat tadi hampir bisa kita pastikan itu dari Parsoburan :)
    Bang Sahat masih pernah dengar “ledekan” begini nggak dari sesama orang Batak yang tau Abang dari Parsoburan ?
    “Sadia sada hudon dohot…..??” he..he..he, Saya sendiri masih sering jadi bulan-bulanan Bang :) .

  3. 2007 Juni 26

    Salam kenal bang dan juga teman2 lain, wah senang rasanya ada orang yang selalu memperhatikan parsoburan, dan bahkan selalu mengupdate blog tentang parsoburan, berarti banyak kenangan indah yang sudah dirasakan abang selama berada diparsoburan,……..
    btw, gabung yo dimilis parsoburan, enak juga lho jadi kita bisa berbagi2 cerita, pengalaman hidup dan hal lain yang mungkin ada manfaatnya bagi kita……
    kalo mau gabung disini ya………….
    http://groups.yahoo.com/group/parsoburan/
    *Habinsaran : Mauliate , salam kenal, saya segera gabung

  4. 2007 September 23
    Irianto. Sanjaya. Pardosi permalink

    Mangale bayon naasingan !!! Dang sodap songoni bea, so hutopari annon ho!!!!!!!!!!! Hutopari maho ????

  5. 2007 September 24
    shinta permalink

    saotik jo ba mengenai bahasa dohot dialek ni parsoburan. MOlo huboto dang sian parparsoburan “sadia sadahudon dohot………..” au pe nian sepata do bulan-bulanan nio donganku au tentang on. JAdi husukkuni ma angka na sian parsoburan. Sudena mangalusi “daong”. Dialek i sebenarnya sian tapteng doi. alana molo binege halak tapteng manghati pas ma songoni logatnbai. Ternyata ada yg lebih parah dari parsoburan. OLo ma songoni pikkiran niba. JAdi ga usah malu jadi orang parsoburan. Karena kita lebih maju selangkah dari daerah lain. Iya, khn tulang?
    ALai mo bahasa ni na didokkon ni ito irianto pardosi toho mai. Au pe olo menkkel sahalakku molo hubege hata na songoni? boha pandapotmuna be? MAuliate,

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS