Natal Kelabu

2007 Desember 11
by sahat

Saat ini, semakin banyak gereja yang setiap tahun menyelenggarakan
kebaktian-kebaktian Natal Kelabu bagi orang-orang yang menghadapi
kedukaan dan kehilangan. Musim liburan yang menekankan kebahagiaan
dan kegembiraan acap kali membuat orang-orang yang sedang mengalami
kekecewaan merasa lebih sedih.

Artikel di Associated Press mengutip seorang pendeta yang melukiskan
kebaktian Natal Kelabu sebagai “kesempatan bagi orang-orang untuk
datang dan berada di dalam hadirat Allah serta mengakui dukacita,
keputusasaan, dan kesepian mereka, lalu menyerahkannya kepada Allah.”
Seorang peserta menambahkan, “Itu adalah tempat yang baik untuk
menangis dan tidak seorang pun akan merasa keberatan.”

Selama masa Natal, kita sering membaca nubuatan-nubuatan Yesaya
tentang Mesias yang akan datang, yang akan lahir dari seorang perawan
(Yesaya 7:14) dan disebut “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa
yang Kekal, Raja Damai” (9:6). Namun, mungkin kita juga perlu
memasukkan kata-kata di dalam Yesaya 53: “Ia … seorang yang penuh
kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan…. Tetapi
sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya … dan oleh
bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh” (ayat 3-5). Pemazmur
mengingatkan kita bahwa “[Tuhan] menyembuhkan orang-orang yang patah
hati dan membalut luka-luka mereka” (Mazmur 147:3).

Jika Anda merasa sedih pada hari Natal ini, ingatlah: Yesus datang
untuk menyelamatkan kita, menolong kita, dan menyembuhkan kita –DCM

Dikutip dari : e-RH

7 Tanggapan leave one →
  1. 2007 Desember 11
    merry permalink

    syaloom…….
    saya senang baca cerita ini. biarlah ini jadi semangat untuk lebih rindu lagi dalam melayani Tuhan,
    *Habinsaran: mauliate

  2. 2007 Desember 11
    merry permalink

    dan bulan ini jadi bulan yang penuh dengan sukacita, berkat.
    GOD BLESS WE ALL

  3. 2007 Desember 11

    Selamat natal lae. :mrgreen:

    Semoga tidak perlu berkelabu ria di natal ini.

    *Habinsaran : Selamat Natal Juga lae

  4. 2007 Desember 12

    aku batal “mudik” lae….. :sad:
    *Habinsaran: bah boasa

  5. 2007 Desember 12
    Ricad permalink

    salam natal….
    semuanya…….
    merry christmas and happy new year 2008

  6. 2007 Desember 13

    Horas Lae…yang penting dalam masa natal adalah refelksi kita tentang tindakan kita selama setahun, apa pencapaian kita. Apakah semua masih berpusah pada Kristus? Apakah semua hasil kita, yang kita miliki dan hidup kita sendiri ada di dalam kasihNYA? Kalau kita bisa melihat itu, natal akan makin bermakna, karena PerayaanKelahiranNya semakin memperbaharui kita melangkah ke depan.
    Natal ini mungkin sedikit “loneliness” di rantau karena tidak bisa pulang karena tugas. Tapi DIA tetap datang ke rumahku hehehehhh…
    *Habinsaran: semoga mampir kerumah dan hatiku juga lae,salam

  7. 2007 Desember 15
    Pahala Panjaitan permalink

    Semoga Natal tahun 2007 ini membawa kebahagiaan bagi kita seluruhnya khususnya bagi saya sendiri dan kita harapkan pada tahaun-tahun mendatang kehidupan kiuta semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS