Buanglah Khawatirmu

2008 Januari 11
by sahat

Belum lama ini saya bertemu seorang teman lama. Saya hampir tidak
mengenalinya. Wajahnya sangat berubah, terlihat lebih tua dari usia
sebenarnya. Kami bercakap-cakap tentang banyak hal. Ketika saya
bertanya mengapa ia tampak kurus dan tua, padahal saya dua tahun
lebih tua darinya, ia menceritakan banyak masalah. Dari perbincangan
yang cukup panjang, saya mendapat satu kesimpulan: ia selalu
mengkhawatirkan masa depan. Masa depan keluarga — istri dan
putrinya. Masa depan pabrik tempatnya bekerja. Hal itu terus
mengganggu pikirannya dan akhirnya bermuara pada penampilan fisiknya
– terlihat kurus dan tua.

Yesus adalah Allah yang memahami kebutuhan manusia secara utuh.
Matius 5-7 dimasukkan di bawah judul Khotbah di Bukit. Banyak orang
berpikir jika Yesus yang berkhotbah, tentu yang dibicarakan-Nya
masalah surga. Namun, Khotbah di Bukit menyadarkan kita bahwa Yesus
pun memahami persoalan yang erat dengan hidup manusia –
kekhawatiran.

Sepintas, kekhawatiran merupakan hal lazim karena semua orang
mengalaminya. Namun, Yesus berkata ada bahaya besar di balik
kekhawatiran. Matius 6:27 menjelaskan bahwa kekhawatiran tidak dapat
menambah sehasta pada jalan hidup manusia. Dengan kata lain,
kekhawatiran memperpendek usia manusia. Secara medis hal ini dapat
dijelaskan. Ada sejenis hormon dalam tubuh kita yang tidak dapat
bekerja apabila seseorang tidak tenang. Semakin lama tidak tenang,
semakin lama khawatir, semakin lama pula hormon itu tidak bekerja.
Akibatnya, kesehatan pun memburuk. Ingin sehat? Buanglah kekhawatiran.
dari e-RH

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS