Beranda > Habinsaran, Kampung, Umum > Harimontong, Andaliman sian Parsoburan

Harimontong, Andaliman sian Parsoburan

Saat ini kita sebagai generasi muda sudah seharusnya mulai untuk memikirkan bagaimana caranya untuk melestarikan tanaman langka yang berada dikampung kita, betapa tidak karena sebagian besar tanaman langka tersebut hanya terdapat di daerah kita, Habinsaran khususnya dan Toba pada umumnya, mungkin karena tanaman tersebut memiliki habitat yang sangat spesifik. Bahkan tidak mustahil jika beberapa jenis tanaman langka yang hampir punah.

Beberapa jenis tanaman secara turun temurun kita telah dikenalkan oleh orang tua kita kepada kita untuk dipergunakan sebagai obat menyembuhkan penyakit-penyakit dan mengkonsumsinya sebagai makanan dan penyedap masakan .Namun ironisnya, beberapa tanaman tersebut saat ini sudah sangat jarang ditemukan dan terancam punah. Kondisi inilah yang mau tidak mau mengharuskan kita sebagai yang bermukim didaerah untuk ikut melestarikan tanaman langka tersebut.

Ada beberapa jenis tanaman misalnya adalah :
- Pirdot, yang daunnya digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit kurus dan kudisan pada ternak babi.
- Bosi-bosi, yaitu tanaman berbentuk pohon, daunnya bisa menahan rasa haus pada saat dikunyah-kunyah. Air rendaman daunnya digunakan masyarakat sebagai pembersih ginjal dan penyegar.
- Harimonting yang daunnya digunakan masyarakat sebagai obat diare.
- Andulpak, getahnya digunakan untuk obat mata.
- Mobe untuk sebagai pengawet.
- Antarasa meningkatkan nafsu makan.
- Andalehat yang buahnya digemari masyarakat.
- Andaliman sebagai bumbu masakan.

Mungkin anda mengetahui tanaman langka yang ada yang belum tertera pada daftar diatas mari kita berbagi, semoga bisa menambah pengetahuan kita .

Categories: Habinsaran, Kampung, Umum
  1. WirelessGuy
    Januari 23, 2008 pukul 1:10 am | #1

    Mobe, Antarasa huingot dope i, andaliman jotjot dope dapot di lapo. Harimonting jot jot ni bege. Angka na asing, ingkon hululi do i, asa binoto muse.

    HORAS
    *Habinsaran : Rap mahita mangalului, molo dihuta nami parsoburan mura dope sudena i luluan, horas

  2. tanobatak
    Januari 31, 2008 pukul 4:26 pm | #2

    Godang dope dapot tanaman langka on di TAMAN EDEN 100.
    Andalehat dikembanghon do disi. Andalehat ido ramuan penting mambahen taor dohot hare tu na denggan pamatang. Ramuan tambahan ima, simarateate, simarsintasinta, purbajolma, pirdot dohot pinasa. Adong dope naasing na mura dapot donganna.
    Adong do disi saesae, bonangbonag, rugirugi ima na dibahen paridion penyegar badan menolak angin.
    Dapot muse dope disi singkam ima na dibahen ubat ni disentri dohot ambeien.
    Dapot do huida disi diua ragam tahultahul. Godang do nang ragam ni anggrek hutan disi.
    Angka tanaman langka i adong do bibitna disi siap tanam. Boi do dipesan ditanom atas nama goar niba. Molo talehon rohanta manggoari sude angka ragam ni natubu di taman eden dohot bahasa latinna, boi do i muse huhilala gabe kebun raya Batak.
    Boi do dipatangkas tu leant Marihot Sirait http://tamaneden100.wordpress.com/

  3. Humbang Hasundutan
    Februari 17, 2008 pukul 10:09 am | #3

    Di tombak ni huta nami adongdo andor na asom bulungna, lam tu tonggina do dengke arsik molo on binahen uramna. Molo na remet bulungna digoarma i asom sipesse, molo na bolak bulungna digoarma i asom simambo.
    *Habinsaran : Mauliate Lae, sarupa tu sarumpepe doi nuaeng ?

  4. Maret 6, 2008 pukul 2:52 pm | #4

    numpang berita ya ………!!

    Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Cornel Simbolon menyatakan keprihatinan yang mendalam, karena ratusan meter hutan perawan di Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, telah ditebas habis baru-baru ini. Selain mencemaskan resiko bencana longsor, apabila areal hutan seluas 2.250 hektar di daerah itu habis dibabat, Cornel juga mensinyalir bahwa investor cuma ingin menyikat kayu disana.

    Hal itu dikemukakan jenderal kelahiran Pangururan, Samosir ini dalam acara diskusi TobaDream Dialogue, Sabtu sore 91/3) di TobaDream Cafe, Jakarta. Cornel hadir di sana sebagai peserta, sedangkangkan pembicara diskusi dengan tema “Penyelamatan Danau Toba : Difficuit but Possible“‘ itu adalah Cosmas Batubara dan Bungaran Saragih. Keduanya bekas menteri.

    Pernyataan keprihatinan itu dilontarkan Cornel Simbolon pada sesi tanya-jawab. Sebenarnya yang jadi sorotan saat itu adalah upaya penyelamatan Danau Toba, terutama dari aspek pariwisata dan lingkungan. Tapi Cornel tidak mengajukan pertanyaan, malah langsung meminta perhatian dan kepedulian hadirin terhadap pembabatan hutan ynag sedang berlangsung di Tele.

    “Memang benar seperti dikatakan Lae (Suhunan) Situmorang tadi, hutan di Tele sedang terancam sekarang ini.Tidak tanggung-tanggung, hutan yang akan ditebang di kawasan tangkapan air itu mencapai 2.260 hektar. Katanya mau dibuat kebun bunga. Katanya bunganya untuk diskspor,”papar jenderal yang cinta lingkungan itu.

    “Kita sangat prihatin karena ratusan meter hutan perawan di sana sudah dibabat habis, katanya buat jalan ke areal yang akan diubah jadi kebun bunga,’tambahnya.

    “Tele itu adalah daerah tangkapan air, dan seperti tadi dijelaskan Pak Bungaran, daerah itu sangat ringkih dan rawan longsor,”tutur Cornel sambil menegaskan,”Saya setuju dengan apa yang dikatakan Lae Situmorang, saya mengerti apa yang dikuatirkannya, bahwa besar kemungkinan rencana membuat kebun bunga di bekas areal hutan seluas 2.250 hektar itu hanya kedok. “

    Yang disitir Cornel adalah ucapan Suhunan Situmorang di awal acara, saat menyampaikan kata sambutan selaku Ketua Steering Commitee TobaDream Dialogue. Suhunan membeberkan kepada hadirin mengenai pembabatan hutan di Tele, termasuk sinyalemennya bahwa target utama investor PT EJS dari Korse adalah menyikat kayu di hutan alam itu.

    “Memang sudah banyak kejadian seperti itu, “ujar Wakasad Cornel Simbolon. “Hutan dibabat, katanya mau buat kebun kelapa sawit atau kebun bunga. Tapi, setelah hutan dibabat dan kayunya dijual, investornya kabur. Makanya kita harus cermati terus perkembangan di Tele ini. Itu adalah daerah tangkapan air, sebagian masih hutan perawan. Kenapa itu harus dibabat ?”

    “Makanya kita harus selamatkan hutan Tele. Kalau perlu kita panggil Bupati Samosir Mangindar Simbolon ke Jakarta, untuk menjelaskan kebijakannya membabat hutan perawan di sana, “tegas putra Samosir yang kenal liku-liku kawasan Tele itu.

    Hutan lindung

    Letjen Cornel Simbolon, yang bicara berdasarkan hasil pengecekan terbaru di lapangan, dengan blak-blakan menyatakan kurang yakin mengenai kelayakan investasi kebun bunga di Tele. “Mau diangkut pakai apa bunga-bunga itu ke Medan ? Dan kalaupun bisa, biaya transportasinya pasti sangat mahal. Pokoknya sangat meragukan, sehingga lebih masuk akal kalau investor hanya mengincar kayunya,”ujarnya.

    Menurut Cornel, selain penyelamatan hutan Tele, agenda sangat penting yang harus segera dilakukan adalah menentukan peta hutan di Samosir. “Perlu segera dilakukan maping untuk menetapkan yang mana hutan lindung, yang mana hutan ulayat. Di Samosir belum jelas maping seperti itu.”tandasnya.

    Dalam kesempatan itu Cornel Simbolon menyatakan sangat menghargai dan mendukung program konservasi yang akan dikerjakan Komunitas TobaDream. Besok pagi (9/2) rombongan Komunitas TobaDream akan terbang ke Medan, untuk selanjutnya pada Senin 3 Maret 2008, tepat pukul 3, akan menanam pohon pada areal seluas 2 hektar di desa Martoba , Kecamatan Sidihoni, Kabupaten Samosir.

    “Sangat saya hargai dan dukung program penanaman pohon yang akan dilaksanakan Komunitas TobaDream. Tapi perlu saya pesankan, kalian harus pentingkan untuk menjalin kerjasama dengan penduduk setempat. Jangan asal nanam pohon, tapi penduduk di sana hanya jadi penonton, akan sia-sia,”kata Cornel.

  5. Marbun Pitoyo
    Mei 25, 2008 pukul 10:19 pm | #5

    Tolong Lae, saya di ajari cara membudidayakan Anadaliman.
    Saya sudah beberapa kali menanam biji yang sudah tua (warna merah), namun selalu tidak tumbuh, hilang bigitu saja, dan tidak mungkin dilanja-lanja porngis, saya protek pakai kapur barus.
    Mohon pada siapa saja yang bisa membantu saya mengajari saya, atau telpon saya di 08128097085.
    Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih mauliate.

  6. yuni
    Juni 9, 2008 pukul 3:37 pm | #6

    manungkun jo abang, aong do bahasa latin ni harimonting bang?

  7. Carter
    Juli 15, 2008 pukul 5:06 pm | #7

    andalehat do dang hea be hu allang alana ngamaol dapot

  8. September 23, 2008 pukul 12:46 pm | #8

    Andaliman, banyak ditemukan di Lumban Pinsa,sebuah Desa yang lumayan jauh dari ibu kota Kecamatannya Parsoburan lebih kurang 10 Km, dan salah satu desa pen supplay Andaliman di arionan ( Hari Pasar ) melalui Onan Paridian di Habinsaran. ehh…” Parlumban ” dulu kata itu pernah saya dengar some times ada muatan tertentu ndang pola boai lae, ito. Lumban Pinasa bagi saya mempunyai Historis yang unik, 1. Haminjon baca Hamijjon ( Kemenyaan ) komoditi pertanian yang harganya cukup mahal yang terkenal dan kwalitas baik Lumban Pinasa adalah penghasilnya. tetapi orang tidak pernah mau tau dari mana?. Sejarah Alkitab mencatat ketika Yesus lahir, tiga Raja yang mempersembahkan 3 benda berharga salah satunya Kemenyan. yang nota bene Kemenyan tidak pernah tumbuh di Gurun atau padang pasir seperti di Bethlehem melainkan di Hutan Tropis. saya tidak tau ada hubungannya ngak dengan Lbn Pinasa waktu itu. 2. Seorang Doktor kelahiran Toba, ketika dia membuat Thesis di salah satu Universitas Amerika dan mengarang buku yang berjudul Perjuangan Raja Sisingamangaraja XII. dia mencatat Lumban Pinasa adalah tempat basis pertama pendudukan Pasukan Belanda yang berada di Habinsaran bukan desa lain atau ibu kota kecamatannya Parsoburan. dan catatan ini di akui oleh orang orang yang sudah tua atau sesepuh Lbn Pinasa. sayang Situs peninggalan bangsa penjajah itu telah hilang dan punah dihancurkan para pasukan Gerilya waktu itu.
    Horas Parsoburan. Horas Lbn Pinasa,
    I have many experience & I was born forty years ago in there. next time I talk you about that.

  9. Tapaganda M Harianja
    November 8, 2008 pukul 12:12 pm | #9

    Horassssss……………

    Kalu Bukan Kita, Siapa Lagi (molo so hita, Ise Be)?

    Alam tapanuli pada umumnya, sungguh memiliki potensi yang sangat besar yang siap untuk dikembangkan.
    Siapa yang akan menggali potensi tersebut??

    Siapa lagi kalau bukan kita semua, khususnya masyarakat yang berdomisili didalamnya……..

    Terimakasih untuk bapak Sahat untuk kepeduliannya terhadap tanaman-tanaman langka yang terdapat didaerah tapanuli pada umumnya dan sedikit menanggapai responden Pak Marbun Pitoyo tentang cara mengembangkan tanaman andaliman;

    Saya pernah membibitkan tanaman ini yang saya sebut dengan cara pembakaran;
    pertama-tama, diambil buah andaliman yang sudah matang (warna merah atau warna hitam) lalu dijemur hingga tinggal biji yang berwarna hitam
    Kemudian ditabur diatas pembibitan yang sudah disiapkan.
    Setelah itu, diambil tanah humus dan ditutup dari atas kira-kira setinggi 3-5 cm.
    Kemudian diambil daun-daun kering (daun lalang )yang benar-benar kering dan diletakkan diatas tempat pembibitan tadi setinggi 5-10 cm.
    Selanjutnya daun kering tersebut dibakar sampai semuanya tinggal abu, lalu dibiarkan.
    Untuk menghindarkan terbuang karena air hujan, lebih baik dibuat tudung dan 1 x 3 hari, tempat pembibitan tadi disiram……
    Setelah 7-10 hari, biasanya bibit sudah muncul.
    Semoga cara ini bisa membantu bapak…
    terimakasih…
    tapasuman@gmail.com

  10. Februari 16, 2009 pukul 11:22 am | #10

    Di hutanami di gonting mansai godang harimonting di jampalan, maccai tabo daina . Anggo andaliman hurang dibudidayahon dope, molo attarasa anttar ura do jalahan i.

    Manungkun jo lae aha do tahe mobe ?

  11. hs
    Maret 13, 2009 pukul 11:06 am | #11

    mobe ima sejenis asom,ditombak doon tubu adek.ingotma ende ni nadilai “ASOM NA DI DOLOK I ” mobedo asom nai heheheheh.

    par Napajoring

  12. Ronal
    April 21, 2009 pukul 9:46 am | #12

    horas,
    tolongjo kirim hamu gambar ni bona ni pirdot.
    sering minege alai ndang hea nibereng.
    mauliate godang.

    horas.
    Ronal Siahaan

  13. Marbun Pitoyo
    Juni 9, 2009 pukul 7:26 pm | #13

    Saya ada foto pohon pirdot, kirim email Lae Ronal ke saya am_pitoyo@yahoo.com nanti saya akan kirim foto pohon pirdot tsb
    Buahnya bulat sebesar klereng, kalo udah matang manis.

  14. Ein Heart Sinaga
    November 2, 2009 pukul 12:14 pm | #14

    kirim hamu jolo lae gambar ni pohon pirdot i.
    jala tudi do di pakke i ,alana hubege mangobati penyakit ninna,
    alai hurang jelas dope huboto panyakit aha na boi diobati.

    mauliate godang ma di hamu !!!!!!!!!!

    @ Pirdot , dang adong dope lae gambarna ,hu usahahon pe molo mulak ahu tuhuta

  1. Belum ada trackback.