Pardosi darimanakah asalmu

Posted on


Horas untuk para pemerhati Tarombo, terlebih saudara yang bermarga Pardosi dan kelompok Tuan Dibagarna adalah perlu menurut penulis untuk mencoba mengurai sebenarnya dari manakah asal muasal marga Pardosi. Disini ada sebuah komentar dari seorang pembaca blog Habinsaran yang cukup menarik menurut saya demikian isi komentarnya .

Adanya marga pardosi Pohan, itu karena pardosi ada yang berasal dari pohan. Umumnya, mereka beragama non Kristen,

Kedua, masuk dalam kumpulan Tuan Dibangarna
(Panjaitan, Silitonga, Siagian, dan Sianipar)

Pardosi berasal dari Siagian, dimana menurut legenda, Pardosi adalah marga Siagian, namun akibat pertikaian antara saudara (Siagian dan Siagian), maka salah satu dari mereka mengikrarkan diri untuk berubah marga yakni Pardosi.

Apakah analisa dari kawan ini benar atau kurang tepat saya kira pemerhati Tarombo terutama marga Pardosi perlu turun tangan agar ini menjadi jelas .

Seandainya saat ini saya masih di Parsoburan saya akan coba untuk bertanya kepada Tulang Jita Pardosi , ahli tarombo yang pernah dimiliki oleh marga pardosi dan merupakan asset dari warga Parsoburan – Habinsaran yang sedikit terlupakan oleh para generasi mudanya .

About these ads

84 thoughts on “Pardosi darimanakah asalmu

    tampubolon said:
    5 Mei 2008 pukul 1:17 pm

    horas bapa uda….

    baru melihat ni blog nya….
    mantap sekali bapa uda blognya….
    kalo kulihat blog ini, terasa mau balik ke parsoburan saja…..
    huaaaa…. parsobuaran…..

    GBU

    rudi pardosi said:
    22 Mei 2008 pukul 4:07 pm

    data di blog ini sepertinya masih kurang. saya pingin tau, ada berapa keturunan pardosi. trus berapa jumlah pastinya?

    rudi pardosi said:
    22 Mei 2008 pukul 4:24 pm

    data di blog ini sepertinya masih kurang. saya pingin tau, ada berapa keturunan pardosi. trus berapa jumlah pastinya? bagi yang tau , dibagi ya infonya…..

    ishak pardosi said:
    5 Juni 2008 pukul 8:49 pm

    Anda benar, data tentang Pardosi memang masih kurang, tapi masih terus diusahakan agar lebih jelas.

    Kalau bisa, appara juga ikut membantu, mauliate ma di hita sude…

    Tiorman Pardosi said:
    1 Juli 2008 pukul 6:38 pm

    Aku saja bingung tentang marga Pardosi Karena ada saja Marga yang termasuk tuandibangarna tidak mengenal marga kita “Pardosi”
    Tolong Ya kalau ada keturunan Op.Johannes Pardosi/br.Sitorus,br Pasaribu call me at 081364189011,Karena saya adalah cucu siangkangan dari siampudannya.anak dari Muhiddin Pardosi.
    Thanks
    Tiorman Pardosi-Batam

    rudi.p said:
    2 Juli 2008 pukul 1:54 pm

    menurut perhitungan saya, pardosi parsoburan mungkin baru ada delapan turunan. itu menurut silsilah mulai opungnya opungku. klo salah, mungkin kita bisa hitung bersama.thanks

    intan said:
    4 Agustus 2008 pukul 5:01 pm

    sattabi ma disude panjaha blog on.
    jumolo hupatandahon ma diriku.
    Ia goar hu Domintan Siagian.
    Huta ni natua-tua i di Silaen.
    Huhilala molo par-Parsoburan di boto do Silaen i.

    Dung hujaha isi ni blog on na manungkun asa ni marga Pardosi.
    Gabe dohot ma au manungkun muse.
    Sian dia do huroha asal ni marga Pardosi i.
    Hea do memang husungkun tu bapa nami sian dia asal ni marga Pardosi jala boasa didok sarupa tu Siagian.

    Songon na dibahen ni “penulis” manag hujou ma bapa uda
    “Pardosi berasal dari Siagian, dimana menurut legenda, Pardosi adalah marga Siagian, namun akibat pertikaian antara saudara (Siagian dan Siagian), maka salah satu dari mereka mengikrarkan diri untuk berubah marga yakni Pardosi.”
    tarhira songoni do do alus ni bapa nami.

      betuel pardosi said:
      2 November 2010 pukul 12:01 am

      setuju

        st.c.pardosi said:
        30 November 2010 pukul 4:22 pm

        tidak semua siagian memanggil uda sama pardosi, karena menurut cerita yg ada pardosi baru ada setelah generasi 5/6 jadi siagian ad yg menjkadi adiknu\ya pardosi, tpi memang lebih banyak siabangan,,jdi qta harus tau dulu sapa nama opung qta, baru qta bisa memanggil ade/abang.,dan yg saya tau opungnya pardosi adalah raja Situtu, digenerasi kelimalah terjadi pertikaian itu, dan salah satu dari anaknya Raja Mangarobean yg menjadi Pardosi..

        Rihenk Pardosi said:
        8 Februari 2011 pukul 2:25 pm

        REJGOJTGBEIOJHUEAIOHUIGFEHITFHGO

    rudi.p said:
    12 Agustus 2008 pukul 3:20 pm

    sebenarnya, asal mula marga pardosi tidak perlu diperdebatkan lagi. kan sudah jelas cerita dari orang tua kita yang mengatakan kalau kita, terutama pardosi parsoburan berawal dari marga siagian.

    Tapi, yang saya ketahui sekarang. Kita marga pardosi yang ada di surabaya tidak lagi satu kumpulan dengan marga siagian.

    Viva marga pardosi……….

    Subhan Pardosi said:
    13 September 2008 pukul 12:15 am

    Salam kenal jo tu sude akka appara nami na marmarga Pardosi. Au pe dang dope jelas hian hu boto asal tubu ni marga pardosi, songok kami ma oppungku ima Jamadin Pardosi na mangaratto tu tapanuli selatan (Padangsidempuan).

    Molo adong kesempatanta boi do hita pajuppang asa marhatai jolo hita tentang asal tubu ni pardosi on.

    Salam

    Julius Silalahi said:
    16 November 2008 pukul 10:33 am

    Horas,
    Parjolo sahali mangido sattabi ma au di kelancangan na dohot marpanukkun taringot tu asal muasal marga Pardosi dison.
    Dison adong hu kutip informasi sian beberapa Blog :
    _____________________________________
    Naskah Jawi yang dialihtuliskan dari kumpulan naskah Barus dan dijilidkan lalu disimpan di Bagian Naskah Museum Nasional Jakarta dengan no. ML 16. Dalam Katalogus van Ronkel naskah ini yang disebut Bat. Gen. 162, dikatakan berjudul “Asal Toeroenan Radja Barus”. Seksi Jawi pertama berjudul “Sarakatah Surat Catera Asal Keturunan Raja Dalam Negeri Barus.
    Kisah dalam buku tersebut dimulai dengan kata-kata “Bermula dihikayatkan suatu raja dalam negeri Toba sila-silahi (Silalahi) lua’ Baligi (Luat Balige), kampung Parsoluhan, suku Pohan .” Raja yang bersangkutan adalah Raja Kesaktian dan dalam kisah itu tercatat bahwa anaknya, Alang Pardoksi (Pardosi), meninggalkan jantung tanah Toba untuk merantau.
    __________________________________

    Sebagai tambahan, naskah na dimaksud diginjang disebuthon do sebagai Kronik Batak di buku BARUS – Seribu Tahun Yang Lalu (Claude Gulliot, cs).

    Mungkin nunga adong sian napinarsangapan pomparan Pardosi na hea lebih detil meneliti on.

    Tertarik ahu ala adong disungguli taringot tu marga Silalahi (via sila-silahi), khususna (dugaanhu) lebih mengarah tu marga Silalahi (Parmahan) na di Balige na gabe anak angkat keluarga ni Raja Si Bagot Ni Pohan (klan Pohan) lewat Tuan Raja Sihubil.

    Mauliate ma di penjelasanmu.

    Horas

      hatinggian nauli said:
      14 Agustus 2009 pukul 4:12 am

      Horas!
      @Lae Julius Silalahi

      Aku punya bukunya Lae,…tapi menurutku Alang Pardosi yang dimaksud adalah keturunan Tampubolon lewat keturunannya,..kalo tidak salah,..Raja Mataniari,yang memang dikenal sebagai datu bolon.Coba Lae cek di buku Silsilah marga2 Batak karangan Richard Sinaga.Alang Pardosi ini jugalah yang menjadi hula2 dari ketiga anak Tuan Sumerham Simamora (marga Rambe) di Barus kelak,jauh sebelum kedatangan Sultan Ibrahim dari Tarusan,Minangkabau yang kelak menjadi marga Pasaribu karena marpadan dengan klan Pasaribu yang ada di Silindung.Jadi keturunan Alang Pardosi kelak memakai marga Pardosi atau mungkin Pardesi??..Mereka akhirnya masuk menyebar ke arah tanah Dairi atau Pakpak bahkan mungkin kearah Aceh.Saya cukupkan dulu Lae!

      pardosi pardosi said:
      6 Agustus 2010 pukul 2:58 pm

      saya tak taw asal mulanya pardosi,tapi saya punya nama pardosi dan marga saya pardosi.bapak saya kata kami suku pak pak pardosi dari dairi.tepatnya kampung pandiangan sidikalang.tolong jelaskan pada saya yang sebenarnya,bagi yang mengetahuinya.bapak saya kata juga pardosi satu marga dengan maha, sambo. dari pak pak.tolong ya jelasin pada saya.terima kasih

        syahdani pardosi said:
        11 September 2012 pukul 9:47 pm

        saya setuju,
        pardosi itu pak-pak
        asalnya dr pandiangan kab.dairi

        saya salah satu keturunannya

        syahdani pardosi said:
        23 September 2012 pukul 9:11 pm

        betullllllllllll
        saya salah satunya

        pardosi pardosi said:
        4 Desember 2012 pukul 11:51 am

        saya jg pardosi marga pardosi,setau saya jg asal muasal pandiangan,satu marga sama maha dan sambo ya

        hartada pardosi said:
        11 Februari 2013 pukul 11:17 am

        setelah saya perhatikan tulisan dari saudara pardosi pardosi, maaf, kalo saya salah tafsir, menurut saya kita berbeda,hanya ada kesamaan nama, kalo pardosi yang ada di parsoburan adlah siagian, sama, hanya nama berubah akibat dari sebuah histori jaman dahulu kala, sam halnya dengan simarmata pardosi, itu sama nama dgn pardosi dari parsoburan tapi tidak ada hubungan darah atau nenek moyang, jadi kita menurt paekiraan saya berbeda nenek moyang, beda silsilah, salam

    muliapardosi said:
    27 November 2008 pukul 9:26 am

    ONDO SILSILAH MARGA PARDOSI NASAHAT TU HAMI
    1Tuandibangarna memperanakkan Panjaitan, Silitonga, Siagian dan Sianipar.
    2 Siagian memperankakan Papagalote dan Pande Anduri,
    3 Pande Anduri memperanakkan Raja Sumasakkut (Batara Guru),
    4 Raja Sumasakkut (Batara Guru) memperanakkan Raja Situtu, Toga Sianjur, Oppu Pattun, Raja Ega dan Siagian na tu Sipirok.
    5 Raja Situtu memperanakkan Raja Siginjal, Raja Sijauh, Raja Nabuttu, Raja Mangarobean (Datu Pamaling), Raja Mangappat dan Oppu Monggur.
    6 Raja Mangarobean (Datu Pamaling) memperanakkan Raja Mangahu, Raja Patualas, Raja Mardongan ( Nagabe Pardosi Pertama), Raja Bual-bual dan Raja Dialaman.
    7 Raja Mardongan Pardosi memperanakkan Raja Urang Pardosi marhuta di Lumban Pardosi, Oppu Ledung Pardosi, Hujur Batu Pardosi, Raja Panakkup Pardosi, Raja Pamahar Pardosi dan Oppu Pamahar Pardosi.
    8 Raja Urang Pardosi marhuta i Lumban Pardosi memperanakkan Guru Maniar.
    9 Guru Maniar Pardosi memperanakkan Oppu Homatan Pardosi dan Oppu Humanda Pardosi.
    10 Oppu Homatan Pardosi memperanakkan Oppu Tuan Debata Pardosi.
    11 Oppu Tuan Debata Pardosi memperanakkan Oppu Pagar Humala Pardosi, Oppu Jaga Pardosi dan Siuge Lombu Pardosi.
    12 Oppu Jaga Pardosi memperanakkan Oppu Tambos Pardosi dan Oppu Same Pardosi.
    13 Oppu Same Pardosi memperanakkan Oppu Bidal Pardosi, Oppu Mombang Pardosi, Oppu Tarussat Pardosi, Oppu Geneng Pardosi, Oppu Unggal Pardosi (Raja Said) dan Oppu Sania Pardosi.
    14 Oppu Unggal Pardosi (Raja Said) memperanakkan Oppu Gustav Pardosi (Raja Pakpak)
    15 Opu Gustav (Raja Pakpak) memperanakkan Oppu Bertua (Raja Adrianus), Oppu Tarida, Oppu Hendrik, Oppu Epe, Oppu Salmon dan Oppu Lestari.
    16 Oppu Bertua (Raja Adrianus) memperanakkan Oppu Ronaldo (Raja Gustav), Marbun, Artinius, Makdin, Jawatir dan Mulia.
    17 Mulia memperanakkan Josia Giribosar.

    Sumber:

    1. Rapat Pinoppar ni Raja Siagian (Pande Anduri di Huta Gurgur Tahun

      Parlindungan Pardosi ( Jakarta ) said:
      22 Desember 2009 pukul 6:40 pm

      Saya juga sudah baca di internet tentang pardosi yang di Pakkat keturunan Alang Pardosi. Dugaanhu Pomparan ni Siagian do i. Ala so piga najolo halak Batak Toba di wilayah i, menyatu ma nasida gabe marga Pohan ( turunan Sibagot ni pohan ). Sebagai pebandingan, hal sisongon on boi dope berengonta di daerah Tapanuli Selatan sahat tu saonari. Adong pohan siahaan, pohan simanjuntak, dll.

      Seorang natua-tua ni Pardosi sian Pakkat di Jakarta ( alm. Panusunan Pardosi ) pernah mengeluarkan pernyataan di rapat punguan Pardosi di jakarta bahwa nasida berasal sian Siagian Huta Gurgur. Saya juga diberi Tarombo mereka. Ompu nasida adalah Manorsa / raja Alang Pardosi. Mereka tidak mengenal Raja mardongan ( Oppu Dongan ). Tetapi pada tahun 2006 ketika persiapan peresmian Tugu Pardosi ( yang masih terbengkalai sekarang ) kami disertai seorang Pardosi yang menjadi Tokoh Pardosi sian Pakkat, dan mengaku bahwa mereka berasal dari Parsoburan.

      Mengenai asal-usul Pardosi masih simpang-siur. sebagian mengaku dasr Siagian Huta Gurgur ( raja Situtu ), dan sebagian dari Raja Ega Siagian. Saya juga heran, sama-sama di parsoburan bertetangga ( saalaman ) dapat tona yang berbeda-beda. Yang mengaku dari Huta Gurgur pada umumnya pomparan ni raja Urang, Pamahar, dan Manorsa ( pakkat ), dan yang mengaku dari raja Ega pada umumnya pomparan ni Oppu Ledung. Pomparan ni oppu yang lain saya tidak begitu mengetahui, jumlsh merekatidak begitu banyak.

      Soal silsilah ( urutan partubu ) juga masih simpang siur. Saya memiliki tarombo dari pomparan ni Raja Urang ( 2 versi ), Oppu Ledung, Manorsa, Pamahar ( 2 versi ), tak satupun yang sama. Masing-masing berbeda dalam urutan siahaan. Jadi saya juga masih bingung.

      Dalam kaitannya dengan Tugu yang masih terbengkalai, barangkali masing-masing pihak perlu mengendurkan urat syaraf, agar dibicarakan baik-baik. Songon i ma jolo, muse pe tapaganjang.

      Au pompasran ni oppu pamahar, tubu di kecamatan Garoga, tinggal di jakarta, menjabat sebagai Ketua Bidang Paradaton Punguan Pardosi se Jabodetabek , Umur 58 tahun, dikenal sebagai Ama ni Tulus ( Bp. Tulus ).

        hartada pardosi said:
        23 Februari 2010 pukul 2:15 pm

        horas, au tinggal di bali , di dia ma asal/huta muna molo di parsoburan hian,ht gorat manang huta ginjang?

      Dicky said:
      27 April 2011 pukul 12:31 am

      halo……horas ma bo……………….
      untung mahu buka asal muasal pardosi jd hubereng ma gambarmu.
      au si esron pardosi najolo tinggal di jabu ni si omri di bandung
      sukses selalu ma da

    Darman Pardosi said:
    3 Januari 2009 pukul 11:38 pm

    Senang sekali stlh membaca blog ine, saya lbh byk tau ttg pardosi.
    Tp boleh tdk paktua, uda, apara angkat ttg pardosi lbh dalam lg..
    Btw, ada tdk skrg punguan muda2 PaRdosi,.?
    Mauliate…

    sehat said:
    21 Januari 2009 pukul 11:39 am

    Aku sich bukan marga Pardosi ataupun siagian,salam kenal aja buat yang namaNYA Domintan siagian, kreatif bngt…!
    Ngomong2x udah kenal Blom…?

    Aman S said:
    9 Februari 2009 pukul 2:01 pm

    horas ma dihamu
    ingot dope hamu diahu kan…???

    Bukan kah Sehat dan Domintan di atas adalah Teman SMP aku dulu???

    Pa Kabar Frens..
    oy ni No AQ 081397777914

    Darman Pardosi said:
    20 Maret 2009 pukul 7:39 pm

    horas Pardosi………

    Au darman pardosi
    Salam Kenal z……
    chayooooooo pardosi…

    muliapardosi said:
    9 Juli 2009 pukul 10:00 pm

    SILSILAH PARDOSI (revisi dari ONDO SILSILAH MARGA PARDOSI NASAHAT TU HAMI no. 7 Oppu Pamahar Pardosi menjadi Oppu Panorsa Pardosi)

    1Tuandibangarna memperanakkan Panjaitan, Silitonga, Siagian dan Sianipar.

    2 Siagian memperankakan Papagalote dan Pande Anduri,

    3 Pande Anduri memperanakkan Raja Sumasakkut (Batara Guru),

    4 Raja Sumasakkut (Batara Guru) memperanakkan Raja Situtu, Toga Sianjur, Oppu Pattun, Raja Ega dan Siagian na tu Sipirok.

    5 Raja Situtu memperanakkan Raja Siginjal, Raja Sijauh, Raja Nabuttu, Raja Mangarobean (Datu Pamaling), Raja Mangappat dan Oppu Monggur.

    6 Raja Mangarobean (Datu Pamaling) memperanakkan Raja Mangahu, Raja Patualas, Raja Mardongan ( Nagabe Pardosi Pertama), Raja Bual-bual dan Raja Dialaman.

    7 Raja Mardongan Pardosi memperanakkan Raja Urang Pardosi marhuta di Lumban Pardosi, Oppu Ledung Pardosi, Hujur Batu Pardosi, Raja Panakkup Pardosi, Raja Pamahar Pardosi dan Oppu Panorsa Pardosi.

    8 Raja Urang Pardosi marhuta i Lumban Pardosi memperanakkan Guru Maniar.

    9 Guru Maniar Pardosi memperanakkan Oppu Homatan Pardosi dan Oppu Humanda Pardosi.

    10 Oppu Homatan Pardosi memperanakkan Oppu Tuan Debata Pardosi.

    11 Oppu Tuan Debata Pardosi memperanakkan Oppu Pagar Humala Pardosi, Oppu Jaga Pardosi dan Siuge Lombu Pardosi.

    12 Oppu Jaga Pardosi memperanakkan Oppu Tambos Pardosi dan Oppu Same Pardosi.

    13 Oppu Same Pardosi memperanakkan Oppu Bidal Pardosi, Oppu Mombang Pardosi, Oppu Tarussat Pardosi, Oppu Geneng Pardosi, Oppu Unggal Pardosi (Raja Said) dan Oppu Sania Pardosi.

    14 Oppu Unggal Pardosi (Raja Said) memperanakkan Oppu Gustav Pardosi (Raja Pakpak)

    15 Opu Gustav (Raja Pakpak) memperanakkan Oppu Bertua (Raja Adrianus), Oppu Tarida, Oppu Hendrik, Oppu Epe, Oppu Salmon dan Oppu Lestari.

    16 Oppu Bertua (Raja Adrianus) memperanakkan Oppu Ronaldo (Raja Gustav), Marbun, Artinius, Makdin, Jawatir dan Mulia.

    17 Mulia memperanakkan Josia Giribosar.

      Middle Pardosi said:
      28 Desember 2012 pukul 2:05 am

      jelas baen mulia pardosi, adong revisi ni tarombo di baen ho. Asal do hu ida di surati ho bah. Ai diattusi ho nuaeng lapatan ni tarombo….

        pardosimulia said:
        4 Januari 2014 pukul 10:33 pm

        sattabi naadongdo salah tulis, jadi revisi namarti dison na gabe tarsurat do goarni oppui Raja Pamahar Pardosi dua hali hape maksudna Oppu Panorsa Pardosi. jadi harap maklum…mauliate

    BRANDO PARDOSI said:
    13 Juli 2009 pukul 9:42 am

    PARDOSI ADA SESUDAH 7 KETURUNAN DARI RAJA SIAGIAN & OP DONGAN ADALAH KETURUNAN DARI RAJA PANDEANDURI SIAGIAN BUKAN DARI PAPAGALOTE JADI JANGANLAH DIUNGKIT-UNGKIT YANG LALU.KITA GENERASI MUDA SEBAGAI PENERUS MARILAH KIITA PUPUK PERSAUDARAAN KE DEPAN.UNTUK ITU JANGAN LAH SEPERTI SEKARANG KARENA TIDAK ADA BUKTI YANG JELAS JANGAN NINNA-NINNA JADI TIDAK ADA YANG BISA MEMASTIKAN………………………………..SYALLOM….

    Laurents pArdosi said:
    1 September 2009 pukul 7:04 pm

    HOras,, Ahu mArga pArdosi Sian kEturunan ni rAja urang pardosi di PArik(porsea),,, nuaeng manukkun asal mula ni tarombo ni pardosi sian Raja mardongan.. na lenkap!!! Mauliate

    ISN said:
    4 Oktober 2009 pukul 9:42 pm

    klo nama Raja Kesaktian bapak alang pardoksi ,malahmembuat arah silsilah alang pardoksi ke marga nasution,dimana nasution itu adalah bernama Raja Nasaktion……yang merupakan dalam rumpun sibagot ni pohan……………gmn tuh ? apa alang pardoksi (bukan pardosi) itu adalah keturunan dn nasution…….. ,coba cari apa ada nama Raja kesaktian di terombo marga yg lain,mkn cuma di terombo nasution tuh tg ada,maaf klo salah (mail: iskandar_setya@yahoo.com)

    ISN said:
    24 Oktober 2009 pukul 9:33 pm

    coba selidiki lagi tarombo tuan sorba dibanua yg bergelar nai suanon (mirip nasution-dimandailing,di barus mirip raja kesaktian/nasaktion), apa dia punya istri yg ketiga!,dr yg pertama anaknya sibagot ni pohan yg muda alang pardoksi,dr istri yg kedua,anaknya toga pospos cs, trus ada gak tarombo yg menyebutkan istri yg ketiga,mkanya ada nasution di mandailing ……wasalam… (setyanst@gmail.com)

      hartada pardosi said:
      23 Februari 2010 pukul 2:04 pm

      pardoksi sngat tidak ada hubungannya dengan pardosi, terima kasih.

    dohar setiawan pardosi said:
    10 November 2009 pukul 5:00 pm

    horasss…………ini pardosi dari pakkat,waktu pulang kampung banyak saya liat patung2 marga tp ko ga da patung pardosi tapi dikampung saya ada patung pardosi ditengah2 kampung kecamatan tapi yang perempuan atau boru yang sudah menikah dengan marga rambe.

      hatinggian nauli said:
      4 Februari 2010 pukul 3:12 am

      Horas! Lae Dohar Setiawan Pardosi.Cobalah Lae cari buku sejarah raja2 Barus,karangan Jane Drakkard. Memang pardosi yang dimaksud bukanlah pardosi keturunan Siagian (Tuan Dibangarna)namun keturunan dari Sibagot ni Pohan atau mungkin tepatnya keturunan dari Raja Mataniari Tampubolon (Raja Kesaktian).Karena ditarombo marga Tampubolon ada tokoh bernama Alang (Sabatangan) Pardosi.Oleh karena berselisih dengan ayahnya,ia pergi berkelana sampai ke Barus dan menjadi penguasa disana. Keturunannya kelak tersebar sampai ke tanah Dairi.Baca juga buku sejarah marga2 Batak karangan Richard Sinaga yang memuat pendapat bahwa ada tokoh marga Pardosi ini yang mengaku adalah keturunan dari Jor Parliman.Lalu dikaitkan dengan salah satu anak dari Tuan Sorbadibanua dari isrtinya Anting Malela,yaitu Raja Hutalima.Namun saya yakin setelah membaca buku karangan Jane Drakkard tsb dan membandingkan dengan silsilah Tampubolon yang ada dibuku karangan Richard Sinaga,bahwa Pardosi yang dimaksud adalah Alang Pardosi keturunan Raja sakti atau datu bolon yaitu Raja Mataniari Tampubolon jadi bukan si “Nasution”.Karena orang2 sakti masa lalu bukan hanya si “nasution”.Mengapa demikian cobalah baca turi2an dan tarombo halak Batak yang ada,bahkan sampai tercatat di berbagai pustaha yang ada di luar negeri.Bahkan pada masa ompung doli (suhut) masa hidup,ada temannya semarga yang kalau murka bisa menerbangkan lesung yang telah dimanterai kepada lawannya.Okelah kalo begitu…jadi Alang Pardosi pada masa hidupnya memiliki dua orang putra dan tiga orang putri.ketiga putrinya inilah yang kelak kawin dengan ketiga putra dari Tuan Mirhim (sejarah Raja2 Barus) atau tepatnya Tuan Sumerham Simamora,leluhur marga Rambe (Rambe Purba,Rambe Nalu,Rambe Raja).Kata Rambe sendiri berasal dari tanaman yang buahnya diyakini dapat mengembalikan atau menambah kesuburan pada kaum wanita.Karena istri dari Tuan Merham lama menantikan anak.Oleh karena itulah keturunan Tuan Sumerham dinamakan Rambe. BTW Lae sendiri marga Pardosi yang mana nih ?…

    raja boulas gogo pardosi said:
    18 Desember 2009 pukul 9:26 am

    sattabi do apara,au sian pardosi pakkat 3 br pardosi pakkat di tugu rambe,haduan hita membahas sian dia asli pardosi.

    Fandy Siagian said:
    22 Januari 2010 pukul 4:09 pm

    Horas…

    perkenalkan saya Fandy Mardianto Siagian, anak dari Jittar siagian. kampung halaman ayah saya tepatnya di Lumban Pinasa Parsoboran. Mohon informasi seputar perkembangan parsoburan (khususnya daerah paridian ke dalam- jika ada)
    terima kasih atas hadirnya blog ini.

    Horas

      hartada pardosi said:
      23 Februari 2010 pukul 2:08 pm

      sian paridian nungnga tarulang dalan tu lumban pinasa, mauliate

    JONPITER BANJARNAHOR said:
    1 Maret 2010 pukul 3:13 pm

    Santabi godang di sude komentator tarlumobi ma dihamu hula hula Pardosi, ahu helani Pardosi na sian Pakkat(Tukka).Molo tajaha buku Sejarah Raja-raja Barus bahwasanya Pardosi na di Pakkat (mungkin)adalah keturunan Alang Pardosi anak ni Raja ni Mataniari-Tuan si hubil -Tampu bolon. Alai molo di tarombo ni hula-hula Pardosi na adong di Pakkat, goar naparjolo ima : Manorsa Pardosi, sian dia harorona ndang jelas, alana molo dihubungkan Pardosi naadong di Parsoburan ndang adong namargoar Manorsa ompu nasida na mangaranto tu Pakkat, namangihut muse goar Alang Pardosi ndang adong di tarombo ni marga Pardosi na di Pakkat……apakah diantara hula-hula kami(Pardosi nasian Pakkat) tidak ada yang care/perduli dengan asal usulnya ?????

      hatinggian nauli said:
      18 Maret 2010 pukul 3:24 am

      Horas ma di hita saluhutna!

      @ Jonpiter Banjarnahor.Pardosi na di Barus dohot Pardosi na adong di Parsoburan memang memiliki hubungan,sama2 pinompar ni Sibagot ni Pohan,sada sian Tuan Sihubil sada sian Tuan Dibangarna.Molo buku nasinuraton ni Jane Drakkard,adalah salinan(modern)dari tulisan asli ni pinompar ni Tuan Ibrahim halak Minangkabau na ro sian Tarusan. Molo ta jaha dohot ta ihuti alur cerita ni buku on banyak informasi namemang valid,contoh na mengenai marga2 na tinggal di Silindung dohot goar2 ni huta,walaupun pengucapan na disesuaikan tu lidah ni halak Melayu/Minang namanurat on. Jadi memang agak sukar laho mengusut keberadaan ni goar2 ompung2 ni marga na sama tapi beda.apalagi Barus adalah pertemuan berbagai macam suku dan manusia yang bersatu di Kota pelabuhan kuno tsb untuk berbagai kepentingan apalagi perdagangan.Jadi boi dikatakan perkawinan antar suku dan ras tidak dapat dihindari,trmasuk ma i tu pinompar ni Alang Pardosi selanjutna.Apalagi disurat on di buku i,adong ma pinompar ni Alang Pardoasi na gabe muslim,namargoar Tuan Kadir.Ditambah lagi ,keturunannya Alang Pardosi makin menyabar masuk kearah Pakpak,Karo dan Aceh.Jadi molo menurut ahu Lae,ndada holan terjadi tu dua marga on masalah “kehilangan jejak”.Tu piga2 marga adong do na songon i.

      Barus Margana said:
      16 Juli 2013 pukul 4:33 pm

      JONPITER BANJARNAHOR: Horas ma Bapak JONPITER BANJARNAHOR, sangat tertarik saya membaca komen Bapak , sebab kami sedang menyusun sejarah kami Merga Barus yg ada di Tanah Karo. Dalam 4 ( empat ) buku yg di tulis oleh 4 ( empat ) org yang berbeda pada zaman yang berbeda di sebutkan bahwa leluhur kami Oppung Barus Simbelang Pinggel ( Simbelang Pinggel = berkuping lebar) berasal dari kota Barus putra Raja di Barus, sampai saat ini “hasil penyelidikan sementara ” yang kami lakukan menunjukkan bahwa leluhur kami berasal dari keluarga Raja Barus Hulu ( Pardosi )….Kemungkinan besar anak dari Sultan Marah Pangsu Pardosi…..Oleh karena nya kalau Bapak JONPITER BANJARNAHOR berkenan berdiskusi dengan kami sebagai teman menggali informasi , dengan tulus kami mengucapkan banyak terimakasih….merlanbarus@yahoo.com atau FB saya : Barus Margana…atau hp saya 081375291000…Mauliate ma…Horas …Mejuahjuah

    Apul pardosi said:
    12 Maret 2010 pukul 6:28 pm

    saya yakin semua pardosi yang adadipenjuru dunia ini darimarga siagian, karena saya tidak pernah bertemu dengan marga pardosi selain pardosi yang berasal dari siagian dan siagian juga tidak terima ada marga pardosi selain dari anak siagian itu jadi tidak ada pardoksi dariketurunan siagian tapi pardosi yang ada, dan tanya saja pardosi yang dipakkat maupun yang diujung ni portibion yang lain ada ngga pardosi yang mengakui dirinya daripohan,kecuali dia bukan pardosi (pardoksi).

      thomanpardosi said:
      21 Agustus 2010 pukul 6:52 pm

      21 Agustus 2010
      Drama Lahirnya Marga Pardosi

      (Diceriterakan oleh Gr Raja Oloan Pardosi, dan diceriterakan ulang oleh Thoman Pardosi, Jakarta, 21 Agustus 2010)

      Satu keluarga Gr Somasangkut Siagian yang tinggal di Bonandolok Balige mempunyai4 anak, yaitu Raja Situtu, Raja Togar Sianjur, Raja Pantun, dan Raja Ega. Setelah cukup dewasa, anak-anaknya itu merantau, termasuk Raja Ega yang kemudian disapa masyarakat dengan nama Raja Dongan (Ompu Dongan), ia merantau sampai ke Uluan Toba Parhabinsaran. Modal Raja Ega di perantauan adalah kepintarannya mengobati (marubat). Karena kepandaiannya mengobati, maka banyak temannya, menjadi sahabat semua orang, seperti Mantri Kesehatan atau Dokter lah di zaman sekarang. Pergaulannya itulah yang membuat dia dipanggil Dongan (artinya kawan).

      Hidup berpindah-pindah, merupakan cara bertahan hidup pada masa itu. Meskipun mereka merantau masing-masing, berpencar, suatu ketika Raja Ega kumpul lagi menjadi sekampung bertetangga dengan abangnya Raja Situtu di Uluan. Mulanya mereka rukun, bahkan saling meminjam jikalau tidak punya.

      Untuk membangun rumahnya, Raja Ega meminjam alat pertukangan (ula-ula sian bosi) yaitu tuhil (pahat). Pendek ceritera, suatu ketika, tuhil hilang karena kecerobohan tukang. Sudah dicari entah kemana, tidak ditemukan. Raja Ega menawarkan kepada abangnya pengganti barang atau uang, tapi Raja Situtu tidak setuju. “Na ingkon tuhil i do mulak,” (–harus pahat itu yang kembali–) begitulah gambaran keras hatinya menolak penggantian sekalipun dengan pahat juga tapi baru.

      Jadilah perkara, Raja Dongan meminta bantuan para tetua kampung dan para raja adat membujuk sang abang Raja Situtu agar mau berdamai. Akan tetapi pendirian Raja Situtu teguh tidak mau diganti barang lain. Dalam sidang-sidang yang berlangsung berulang kali, Raja Ega selalu memohon keadilan, “dia sibahen na dos.” Karena seringnya Raja Ega mengatakan “na dos” (yang adil), maka muncullah julukan: si par DOS i.

      Dalam tata bahasa Batak awalan par berarti “orang yang”, atau “orang dari”. Kata dos secara harfiah artinya “sama” atau dalam konteks ini “adil” atau “seimbang”. Kata i pada akhir sesuatu berarti “itu”. Secara keseluruhan kata PARDOSI artinya orang yang menginginkan berlakunya keadilan.

      Satu-satunya cara mengatasi masalah dalam situasi perselisihan itu, Raja Ega memutuskan untuk pergi saja, menjauh dari sang abang. Maka suatu pagi buta diam-diam Raja Ega dan istrinya kabur dari kampung. Di perjalanan, belum terlalu jauh tentunya, Raja Ega merasa ada sesuatu yang ketinggalan. Benar, ternyata anjing kecil kesayangannya, si belang, ketinggalan. Padahal biasanya selalu menguntil atau menjadi pandu jalan di hutan. Diputuskanlah untuk kembali menjemput si belang.

      Sampai di halaman rumah, ditemukan si belang sedang mengorek-ngorek tanah. Ternyata, si belang menemukan tuhil yang hilang. Maka sebagai kawul syukur, Raja Ega bersumpah bahwa dia dan keturunannya tidak akan memakan daging anjing belang. Sampai sekarang marga Pardosi mematuhi sumpah pantang itu.

      Tuhil dikembalikan, maka hutangnya lunas. Tekad untuk pergi tetap dilakukan. Berangkatlah Raja Ega ke wilayah Parsoburan di Habinsaran. Suatu lokasi yang berada di antara Porsea dan Rantau Prapat, namun akses ke Toba lebih terbuka.

      Dalam bermasyarakat, Raja Dongan sendiri masih bermarga Siagian. Mulai keturunannya dipanggil PARDOSI. Seiring jalannya waktu, ada turunan Raja Dongan yang kembali memakai marga Siagian, terutama di perantauan, sebab mungkin merasa repot menjelaskan bahawa “Siagian do Pardosi, anak ni Tuan Dibangarna”. Tahun 1960-an muncullah punguan marga Pardosi dimana Gr Raja Oloan Pardosi termasuk penggagasnya. Tahun 1971 pada pesta Tugu Toga Raja Panjaitan, marga Pardosi dicatat sebagai bagian Tuan Dibangarna menjadi adik dari marga Siagian.

        rittar pardosi said:
        3 Desember 2010 pukul 3:31 pm

        horas bapa tua……
        Molo au pe setuju do tentang na pinasahat ni bapa tua…
        alana au pe di patorang ompug dohot bapa songoni do…
        Sada do na naeng hu sukun tu bapa tua, molo hita pomparan ni pardosi adong do nomor na????
        mauliate bapa tua

        Middle Pardosi said:
        28 Desember 2012 pukul 2:12 am

        Oh jadi di pentashon hamu ma drama Pardosi on dgn sutradara gr raja oloan pardosi. produser thoman pardosi.
        pamalo malohon doho thoman….itu kan gr rj oloan hanya pohak op ledung jd critanya berat sebelah. tp gak apa lah kan hanya drama tul gk pemirsa.

    SIAGIAN FRAMSES said:
    9 Juli 2010 pukul 10:16 pm

    Horas Lumban Pinasa…..

    Nelson Silitonga said:
    31 Juli 2010 pukul 6:54 pm

    Horas ma di hita saluhutna, anggiat ma sude hita tong tong dibagasan dame dohot sonang ni roha. Salam kenal sian hami.

    mesak pardosi said:
    4 Agustus 2010 pukul 1:11 pm

    horas…..

    ai molo pardosi tu panjaitan nga boi tahe masialapan…..

    hurang huboto dope bah……

    horas….

    Thoman Pardosi said:
    21 Agustus 2010 pukul 12:23 am

    Senang sekali ketemu blog ini. Tertarik dengan pertanyaan di awal, “Pardosi, darimanakah asalmu”.
    Informasi yang disuguhkan sebelumnya memang betul, ada beberapa versi tarombo marga Pardosi. Beragam versi mari kita sikapi sebagai belum lengkapnya informasi yang kita miliki, dan belum ada yang secara khusus melakukan semacam studi atau riset PARDOSIOLOGI.

    Maklumlah, situasi dan teknologi informasi pada zaman tumbuhnya marga Pardosi belum semaju sekarang. Sehingga dokumentasi belum baik. Tarombo dikembangkan melalui cerita lisan. Sekarang kita hidup dalam zaman yang memungkinkan untuk berkomunikasi tanpa halangan jarak. Maka mari kita komunikasikan.

    Berdasarkan catatan yang ada pada saya, Pardosi merupakan kelompok Tuan Dibangarnya, merupakan turunan dari salah satu di antaranya, yaitu Siagian. Ceriteranya begini:

    Satu keluarga Gr Somasangkut Siagian yang tinggal di Bonandolok Balige mempunyai anak: Raja Situtu, Raja Togar Sianjur, Raja Pantun, dan Raja Ega. Dari sana mereka merantau, termasuk Raja Ega yang kemudian disapa masyarakat dengan nama Raja Dongan (Ompu Dongan), ia merantau sampai ke Uluan Toba Parhabinsaran. Modal Raja Ega di perantauan adalah kepintarannya mengobati (marubat). Karena kepandaiannya mengobati, maka banyak temannya, seperti Mantri Kesehatan atau Dokter lah di zaman sekarang. Maka pergaulannya itulah yang membuat dia dipanggil Dongan (artinya kawan).

    Hidup berpindah-pindah, mungkin merupakan cara bertahan hidup pada masa itu. Sampai suatu ketika Raja Ega kumpul sekampung bertetangga dengan abangnya Raja Situtu di Uluan. Mulanya mereka rukun, bahkan saling meminjam jikalau tidak punya. Untuk membangun rumahnya, Raja Ega meminjam alat pertukangan (ula-ula sian bosi) yaitu tuhil (pahat). Sudah dicari entah kemana, tidak ditemukan. Raja Ega menawarkan pengganti barang atau uang, tapi Raja Situtu tidak setuju. “Na ingkon tuhil i do mulak,” begitulah gambaran keras hatinya menolak penggantian sekalipun dengan pahat serupa.
    Jadilah perkara, Raja Dongan meminta para tetua kampung dan para raja adat membujuk Raja Situtu agar mau berdamai. Akan tetapi pendirian Raja Situtu teguh tidak mau diganti barang lain. Dalam sidang-sidang yang berlangsung berulang kali, Raja Ega selalu mimohon keadilan, dia sibahen na dos. Sangkin seringnya Raja Ega mengatakan “na dos” (adil), maka muncullah julukan: si par DOS i.
    Dalam tata bahasa Batak awalan par berarti “orang yang”, atau “orang dari”. Kata dos artinya “sama” atau dalam konteks ini “adil” atau “seimbang”. Kata i pada akhir sesuatu berarti “itu”. Secara keseluruhan kata PARDOSI artinya orang yang menginginkan berlakunya keadilan.
    Satu-satunya cara mengatasi masalah dalam situasi pertikaian itu, Raja Ega memutuskan untuk pergi. Maka suatu pagi buta diam-diam Raja Ega dan Istrinya kabur dari kampung. Di perjalanan, belum terlalu jauh, Raja Ega merasa ada sesuatu yang ketinggalan. Benar, ternyata anjing kecil kesayangannya, si belang, tidak ikut. Padahal biasanya selalu menguntil atau menjadi pemandu jalan di hutan. Diputuskanlah kembali menjemput si belang.
    Sampai di halaman rumah, ditemukan si belang sedang mengorek-ngorek tanah. Ternyata, si belang menemukan tuhil yang hilang. Maka sebagai kawul, Raja Ega bersumpah agar dia dan keturunannya tidak memakan daging anjing belang. Sampai sekarang marga Pardosi mematuhi sumpah itu.

    Raja Ega sendiri sampai akhir khayatnya secara resmi bermarga Siagian. Anak-anak dan turunannya yang terdeklarasi menjadi marga PARDOSI.

    Mudah-mudahan bermanfaat.

    Horas

    Thoman Pardosi said:
    21 Agustus 2010 pukul 12:28 am

    Maaf, dalam ceritera tadi belum saya sebut:
    Suatu ketika tuhil itu dihilangkan oleh tukang.

    Terimakasih

    Nelson Pardosi said:
    9 Oktober 2010 pukul 4:02 am

    Kalau saya tak salah ingat, Bapak saya K. Pardosi ( Op. Kevin Pardosi ) di Medan pernah bercerita bahwa ada Marga Pardosi keturunan dari Raja Mardongan Pardosi ( Oppu Dongan ) asal Sitorang Hutagurgur. Mungkin saja juga ada Marga Pardosi keturunan Siagian ( Raja Ega ), tapi yang bersaudara dengan Raja Urang dan mengakui nya anak sulung adalah Pardosi keturunan Op. Raja Mardongan. Atau dengan kata lain Pardosi keturunan Raja Ega bukanlah Pardosi keturunan Raja Mardongan asal Hutagurgur. Kebetulan saja marganya serupa. Tapi bagi saya semua Pardosi adalah bersaudara ( Asal Hutagurgur, Bonandolok maupun asal Pakkat , dll ) dan saya yakin berasal dari sumber yang sama. Hanya karena situasi dan kondisi kala itulah yg membuat cerita asal muasalnya berbeda satu sama lain. Dan perbedaan itu tidak perlu dipaksakan supaya sama. Biarlah itu tersimpan baik baik di hati masing masing. Kita Pardosi adalah satu. Tak harus ada tugu, yg penting kita berjuang teguh untuk menempatkan marga Pardosi di tempat terbaik di tengah tengah perjalanan bangsa yang tercinta ini. Oh ya, saya keturunan Op. Pamahar no 17 asal muasal Sitorang Hutagurgur.

      hartada pardosi said:
      24 Juni 2013 pukul 3:57 am

      menurut cerita yang saya dengar, langsung dari orang tua yang berasal dari parsoburan, op dongan istri pertamanya adalah boru doloksaribu, anaknya raja saurang yang tinggal di parik, lalu boru doloksaribu menikah lagi dengan marga sirait, itulah penyebabnya sirait dengan pardosi yang ada di parik mar ito atau tik boleh saling menikah, lalu op dongan menikah lagi dengan boru naiborhu yang melahirkan op ledung, hujur batu , raja panangkup atau mungkin masih ada lg saya lupa, tapi yang jelas pamahar bukan anak dari boru naiborhu, cerita tentang pamahar menurut oppung tersebut adalah sbb: pamahar adalh anak seorang wanita yang sedang hamil yang hendak bunuh diri di si bolangit , sungai antar parsoburan dgn lumban bali dan lumban pinasa atau panjang, ketika itu op dongan sedang memancing, dia melihat dan membawanya kerumah, lalu lahirlah anaknya di rumah op dongan, dan setelah lahir wanita tersebut prgi dan ditingalkanya anaknya di rumah op dongan, dan dialah pamahar, dan pamahar duluan lahir dari op ledung, itulah sebabnya sulit menentukan siapa yang menjadi anak paling sulung. sonari di parsoburan suasana sudah tiak lagi seperti dulu, mudahmudahan adong solusi na terbaik asa boi muse kompak dan pardosi adalah pardosi.
      hira2 songoni ma cerita nahubege langsung sian natuatua i, dan keluarga ku sandiri natuatua i, jadi mudahmudahan ma adong lapatan ni cerita on, silahkan tangga pi dengan kepala dingin, ada banyak versi mari utarakan disini, supaya lebih menambah bahan bacaan para generasi mendatang, unang hatop hatop muruk, jala situlluk mata ni horbo, dang adong lapatanni i, secara khusus tu keturunan ni pamahar ,mungkin cerita saya kurang memuaskan , tapi itulah cerita yang saya dengar langsung dan saya ceritakn tanpa merubahnya, saya minta maaf kalo cerita ini tidak sesuai dengan apa yang selama ini anda dengar, tapi bagi saya pardosi adalah pardosi, saya tidak perduli dia op ledung atau pamahar atau hujurbatu atau panakkup atau raja saurang, pardosi adalah pardosi, hidup pardosi, horas ma dihita

    jay panjaitan said:
    11 Desember 2010 pukul 4:55 pm

    au pomparan tuandibagarna,PANDJAITAN raja Dogor.
    Tu hamu pomparan marga pardosi,unang dok hamu na so ompung ompung muna.
    Lului hamu jo ISE DO OMPUNG MUNA FUANK(atik na lilu do marga muna)

      Dicky said:
      27 April 2011 pukul 1:32 am

      haros ma appara…….
      mananggapi blog ni appara:
      au marga Pardosi jala au pe pomparan ni tuan dibangarna do na sian Marga Siagian. molo marga nami Pardosi dang marga na lilu songon na nidok ni appara jala jelas doi pecah sian marga siagian.
      asa jelas coba ma sukkun appara marga Siagian na jonok tu jabu ni appara.
      ………………………………………mauliate…………………………………

    Marolop Pardosi said:
    11 Januari 2011 pukul 4:31 pm

    apa sih asal mula raja ki ta kan di pakkat ada raja huta lima

    yaya pohan said:
    28 Februari 2011 pukul 11:30 am

    Saya mau menanyakan : saya bermarga pohan simanjuntak, bolehkah saya menikah dengan marga siagian??

    Terimakasih

    jonnes pardosi said:
    28 April 2011 pukul 12:50 pm

    horas laeku,dongan magodang,agak tarlambat masuk tu blog muna ono, hatop adong niaduna lambat adong nipaimana, najelas jaya selalu dongan magodang

    elib said:
    15 Mei 2011 pukul 1:04 am

    anda mgkinbukan marga perdosi ,,tapi agak giat juga yahh,,

      sahat responded:
      16 Mei 2011 pukul 4:58 pm

      Sdr. Elib saya bukan marga pardosi memang….hehehehehe

    pardosi area said:
    16 Mei 2011 pukul 5:57 pm

    horas ma dihita . jumolo au marsattabi ia au lahir di parsoburan do, jala magodang disido . ia au saunari di pangarattoan do ima di desa marpadan ( napahorsik )kec. tarabintang kab. doloksanggul dang adong dapot hu dongan tubukku dison molo tung adong dongan tubbu marsibotoan ma hita . adongdo juppakku marga pardosi di desa tukka kec pakkat , jala raja nihuta dohalaki di tukka . nahusukkun pardosi adong do hubungan ni i tu pardosi parsoburan jala songon dia silsila na asa binoto partuturon ! mauliate

    limarjuna panjaitan said:
    20 Mei 2011 pukul 10:16 am

    Menurut di au ndang apalah penting hita mamparsoalhon marga, pardosi manang siagian, molo di au hita gomparan ni Tuan ni bangarna,asa sada hita dipangarantoan manang di huta ( bona pasongit ), gabe ma hita nian songon nanidok ni Tuhan, Supaya satu, seperti Aku satu dengan Bapa. Tuhan memberkati habinsaran.

    Bandot said:
    22 Desember 2011 pukul 8:58 am

    Jadi piga do istri ni raja pardosi(oppu dongan)

    Panal Pardosi said:
    30 Desember 2011 pukul 5:29 pm

    Saya Panal Pardosi (Bapa Jevon Pardosi). Sepanjang pengetahuan saya yang saya tau dari orangtua saya cerita yang tepat satu – satunya adalah seperti yang diceritakan appara Thoman Pardosi dan keturunan kami seperti yang dipaparkan oleh Mulia Pardosi. Terima kasih.

      Middle Pardosi said:
      28 Desember 2012 pukul 1:49 am

      Ai ho panal sarupa doho dht si rittar si thoman..ittor monang mu do dibaen ho. ai guru olopan do dipatangi tangi ho.jadi lam tarida ma situasi on ummohop di hamu. ale generasi tehnologi tp pikiran msh.huta gorat. akh dang main hamu. Pls back to ht gorat lah.

    panter pardosi said:
    16 Maret 2012 pukul 1:03 pm

    mauliate di akka komentar,tanggapan,manag sungkun2.bolo au PANTER PARDOSI,sian ht janji +/- 13 Km sian parsoburan.mansai godang do angka pendapat na mar asing – asing dihita pardosi sendiri.songni muse pandangan sian dongan tubu siagian.Cth .au sendiri heado kenalan di ankot tu marga siagian.hujalang.ala lebih tua iban hudok Abang,alai isungkun ibana muse (menguki au)
    ai MASUK TU DIA DO PARDOSI? ba hu dok,siagian doi,alusna,BA GABE HAMUDO POANG NA AMPUNA OPPUNG .cth 2.DI AEK KANOPAN(PASAR) adong boru Pardosi didok namborui dang di loas dohot tu arisan(punguan bolo ta dokkon hita pardosi/br pardosi.ingkon siagian do asa boi dohot.jala godangdo dongan tubunta (pardosi) mengaku siagiando bolo kenalan tu angka marga na asing.jala ipe Menurut au dang salah i.alai hurang tepat.
    Jadi bolo songon Au sandiri DANG HEA HUPUNGKIRI BAHWA PARDOSI ADALAH SIAGIAN (IDO TONA NA SAHAT TU HAMI) bolo tung pe godang pendapat na mar asing2,boi do i padengganonta dengan damai,tanpa menunjukkan urat syaraf manang patudu gogo. dame ma di hita sude gomparan ni ompungta Tuandibangarna

    andreas hutagalung said:
    26 Maret 2012 pukul 3:22 pm

    horas aka hula hula pardosi..sy helanya pardosi,dan melihat dari permasalah ini sy mau memberi masukan untuk hula hula..apapun dan dari manapun asal marga pardosi ya siagian,tp karena sakit hati dimasa lalu terbawalah sampai sekarang jd buat rajai hula2 jngn lah terbawa dngn permasalahan masa lalu..mauliate godang.

    poltak siagian said:
    4 April 2012 pukul 8:07 am

    sebaiknya marga pardosi jgn perdebatkan asalnya dr mama ? Jika diperdebatkan, akan menbuat orang menuduh marga pardosi itu marga nanilu. nenek moyang marga pardosi mengakui bahwa mereka adalah keturunan marga siagian paneanduri.ini juga suatu bukti bahwa pardosi adalah anak siampudan dari marga siagian. Ini dibuktikan dari dulu semua marga pardosi memanggil marga siagian abang atau bapa tua. Generasi pardosi sekarang kenapa jadi resah tentang keberadaannya ? jaman dulu jika marga pardosi bilangan bisa dihitung dgn jari, ketemu marga siagian langsung panggil abang atau bpk tua. Sekarang setelah byk bisa bikin arisan mempertanyakan keberadaanya dari mana. Seharusnya marga pardosi harus bersyukur bahwa kami marga siagian masih mau melindungi kalian sebagai mana seorang abang melindungi adek atau anak. Yang pasti marga pardosi bukan mapultak sian bulu. Marga pardosi sy sarankan untuk bersatu melakukan kunjungan adat ke bonandolok balige.disanalah nenek moyang kalian RAJA EGA dilahirkan. Lebih jelas lagi di matio ada mual tempat mandi khusus GURU SUMASAKKUT dan dibonan dolok ada mual sirambe tempat permandian sakti opung kita dulu. Saya minta marga pardosi jgn bertanya lagi tentang asal usulnya lagi. Ini akan menciptakan asumsi bahwa kalian adalah marga nalilu. Kalau orang siantar bilang batak maya2. Horas

    Jonnes Pardosi said:
    24 Mei 2012 pukul 11:55 am

    PASCAL PARDOSI : Sesungguhnya kami sebagai anak-anak generasi penerus Marga Pardosi TIDAK PERNAH merasa resah akan keberadaan kami, wajib bagi kami yg sdh disekolahkan orangtua dgn susah dan keringatnya kami dapat bersekolah tinggi, ilmu pengetahuan dan kemandirian utk PASTI TAHU dan MENGERTI bagaiamana,apa,darimana,siapa, silsilah/tarombo Marga Pardosi. Dengan adanya info di blog ini saya BANGGA dan tahu, mengerti, walaupun saya sendiri lahir di Perantauan.Dan ini sangat penting bagi saya yg saat ini baru duduk dibangku SMA kelas 1 juga semua para generasi penerus marga Pardosi. Dan rasa bersyukur itu bukan diucapkan kepada abang (abang siapapun itu) melainkan kepada TUHAN, tetapi rasa terimakasih yg pantas kita berikan kepd sesama manusia atau kpd orang yg telah menolong kita.Dengan adanya info blog ini kami generasi Marga Pardosi pasti ingin TAHU dan TERUS membacanya dan selalu berpikir, serta mengambil kesimpulan yang POSITIF bukan menciptakan asumsi NEGATIF bahwa kami marga nanilu. Ingat sebagai Orangtua harus tua juga katakatanya dan itulah yg akan kami contoh dan hormati, HORAS JALA GABE

    ESRON PARDOSI said:
    24 Mei 2012 pukul 8:53 pm

    slm kenal saya pengen silsilah marga pardosi ini jelas biar anak cucu pardosi tau mana urutan yg pertama sampai siappudan tp sampai sekarang blm ada kesepakatan smua orng mengeluarkan pendapatnya masing2 blm tau sampai kpn bs berujung

      Middle Pardosi said:
      28 Desember 2012 pukul 1:38 am

      Apapun marganya dan asalnya dan siapa siakkangan ggak penting yang penting heppy….:-)

    A.frank.siagian said:
    31 Juli 2012 pukul 4:39 am

    Disude,hamu pinoppar pardosi ikkon tetap do dohonon muna siagian parjolo,mlo marsitandaan,mlo dipatakkas baru pe pardosi,asal jelas,hamu sagian pardosi. Mauliate.

      Middle Pardosi said:
      28 Desember 2012 pukul 1:43 am

      Sip maho a.frank..dng tolapmu i.
      Pardosi do si bahasaon on dang siagian. repot ho hubereng mangatur atur.

    virgo pardosi said:
    12 Agustus 2012 pukul 1:35 am

    horas…..mauliate ma di Tuhan i ate….au marga pardosi sian pakkat…maukkun ma jo,,,ai pardosi na tu pakkat apala oppu ise do tahe…..jala si pai piga ma oppu i,,,,,horas,,,horas,,,,horas…..mauliate sukses slalu.

      k said:
      11 September 2012 pukul 9:32 pm

      njuah-njuah
      saya keturunan pardosi dr pandiangan kab.DAIRI

    syahdani pardosi said:
    11 September 2012 pukul 9:36 pm

    njuah-njuah
    saya keturunan pardosi dr pandiangan kab.DAIRI

    bujur lias ate

    Saut M.H Pardosi said:
    27 Januari 2013 pukul 11:57 am

    Horas ma dihita sude!
    Nunga mansai godang masukan dohot informasi ni tarombota Pardosi,alai ima tahe hajolmaon sude do naeng mandok au do na toho,na asing sian i sala do.

    Jadi sonari hita angka marga Pardosi,unang sai marsigulut jolo hita masalah siangkangan,unang ma tabaen tarombo na mambaen hansiit ni roha ni halak,ai molo so tutu do nasinurat on i alai nunga sanga hansit roha ni dongan boha do i?
    Olo do paudukkon roha na mangelek roha ni naung sanga hansit rohana ala ni barita na binahennai? Pos do roha niba disi ai marga Pardosi bertanggung jawab do di angka pambahenan na.

    Alani tabahen ma angka nadenggan,ai dang sala mamabaritahon na binoto alai unang antong mambahen gabe hansit manang mandele roha ni jolma.Ai olo do na taboto i dang tingkos sudena,jadi unang sai tapaksahon jolma manjalo natadokhon i tutu,alai tabahen ma rapot/debat terbuka untuk manguji manang na tutu do na naeng baritahonoton tu laur ni marga Pardosi.Ai hita sude mamboto peraturan do , dang bahenon maila dongan di ulaon na torop, dang dokhonon hata namambaen hansit ni roha ni dongan di ulaon natorop, dang boi tadok holan hita natoho dipangkataion na torop,asa sude boi rap sangap dibereng jolma na asing.

    Tu hita sude marga Pardosi :
    1.Dang adong salah na molo tabahen tarombotta sesuai parbinotoonta, mansai denggan do i alai taingot dang boi dope i gabe hatahononta sude ingkon mangihuthon natabahen i.
    2.Unang pittor ni baritahon tu sude marga na asing on ma tarombo nami,hape na binoto i dalam perdebatan sesama hita dope,apa lagi barita i mambahen hansit ni dongan marga niba sandiri.
    3.Ta pasada ma rohanta angka marga Pardosi,asa rap hundul hita sude pomparan ni Op.Dongan mamastihon dia do taombo na toho,na taboto do,nabinoto ni donganta do,manang hasil penggabungan keduanya alai adong sipatikkoson.Jala asa takkas hatigoran ni tarombo ta Pardosi rup ma hita marpanukkun tumarga naasing na langsung gabe mula ni marga Pardosi (Siagian),unang sapihak manukkun rappak do sude,asa rup mambege,jala disima tong tajelas on angka dia keberatan manang keraguan nabinege saleleng on.(Sude pomparan ni Op Dongan mangirim wakil na be ma antong).
    4.Molo nunga sude mamboto na tingkos baru ma tabaritahon tu angka marga na asing,

    Horas ma di hita sudena ,sude do hita mamboto i ra,alai dang adong perlaksanaan saleleng on.

    Sai ta padao ma parsalisian ,sude angka perbedaan pendapat manamba parsaudaraanta ma i nian,alai mansai porlu do perbadaan i ta pasada ma nian .

    Mauliate,

    Musa Pardosi said:
    6 September 2013 pukul 3:06 pm

    horas ma dihita sude,,au Bp Rafael Pardosi sian Pakkat (Tukka) saonari mangaranto tu Bontang Kalimantan Timur, molo na huboto Pardosi i sada do jala sian Siagian jadi ndng porlu sibahason alana gabe mambaen bingung do annong tu hita sude,,bravo Pardosi…mlt

    dodi siagian said:
    6 Desember 2013 pukul 2:38 am

    sattabi di akka dongan tubu hu sude.. na hu boto sian bpk hu mlo so adong siagian dg adong si pardosi. mauliate

    Pordi said:
    17 Mei 2014 pukul 4:02 pm

    Dodi Siagian……..tak biasa disangkal ….Anju hami akka anggimon…..Thioman …..Tarombo yang kau utarakan terlalu jauh…… Raja Ega yang kamu bilang sebagai Rajaa Mardongan…… Lantas Anak Raja Mangarobean yang bernama Raja Mardongan …Siapa……..Unang terlalu ngotot manjoljolhon yang belum pasti…Mari i kita cari solusi sehingga Tarombo Pardosi ke generasi selanjutnya tidak dualisme……Menurut saya cara yang ditawarkan Saut MH Pardosi adalah cara yang paling tepat……kalau kita berpegangan pada apa yang dikatakan orang tua kita masing masing….pasti tak ada solusinya …karena masing masing orang tua kita memesankan yang berbeda beda tentang hal tersebut…….Antong selaku generasi muda mari kita lakukan usul dari Saudara Saut MH Pardosi tersebut……..Bravo P A R D O S I

    Pordi said:
    17 Mei 2014 pukul 4:09 pm

    Thioman…Kalau gak sekarang ini kita perbaiki kapan lagi…….Unang taihutton akka prinsip ni natuatuata tentang hal on….ai nalao salpu namai…..tujoloanon nama siberengonta ..mari bersatu

    Pordi said:
    17 Mei 2014 pukul 4:50 pm

    Janganlah membuat suatu kesimpulan yang berpegangan pada pengetahuan diri sendiri..apalgi kesimpulan yang menyangkut orang banyak……..Bohama sahalaMU natua tua nami marnida hami pomparan munaon ndang boi marsada …ndang marsijouan be diakka na masa…..Tatap Hami on Tuhan

    Pordi said:
    24 Mei 2014 pukul 4:38 am

    Hartada Pardosi…….Jangalah menceritakan sesuatu yang belum pasti….apalagi yang menyangkut orang lain……Pamahar berasal dari seorang perempuan hamil yang hendak bunuh diri……apa ini sudah pasti..???? …..boha do roha ni pomparan pamahar manjaha on …manang sahat do pikiranmu sahat tusi…Kepada kita generasi muda Pardosi mari kita satukan persepsi . Pardosi adalah Pardosi…masalah tarombo…..nari kita generasi muda Pardosi sama sama bertanya langsung ..ke tempat dari mana kita berasal …jangan pernah percaya cerita cerita yang tak jelas…sampai saat ini kesatuan diantara orang tua kita tidak ada ….apakah ini akan berlanjut terus……anggo akka natua tua i nalao salpu namai…..lsongon si Hartada Pardosi on …..Bravo Pardosi…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s