PAMERAN KEBAIKAN

2009 Juni 18
by sahat

Seorang konglomerat meninggal dunia. Jenazahnya disemayamkan di rumahduka. Dalam tempo yang singkat, tempat itu penuh dengan papan ucapan belasungkawa berhiaskan bunga-bunga. Dikirim dari berbagai perusahaan. Ucapannya seragam: “Segenap pemimpin dan karyawan PT X turut berdukacita …” Logo dan nama perusahaan ditulis besar-besar, untuk dipamerkan. Tuluskah  ungkapan duka itu? Benarkah si pengirim turut berdukacita? Atau, ini hanya upaya marketing agar perusahaan mendapat nilai plus di mata keluarga yang berduka?Banyak orang berbuat baik pada sesama, tetapi motifnya untuk kepentingan pribadi. Perbuatan baik itu dipamerkan  untuk menarik simpati. Para pemimpin agama pada zaman Yesus suka melakukan hal-hal rohani di depan orang agar tampak suci. Mereka memberi sedekah, berdoa, dan berpuasa bukan untuk memuliakan Tuhan, melainkan untuk mendapat pujian dan pengakuan. Mungkin saja pameran rohani ini sukses. Banyak orang terkesan. Namun, Tuhan sama sekali tidak terkesan! Dia menyukai orang yang murni hatinya. Mereka yang beribadah dalam ketersembunyian; yang kebaikannya tidak ingin dipamerkan. Ketulusan hati semacam inilah yang dihargai dan diberkatiTuhan.

Jika Anda menolong orang, apakah Anda mengharap balasan? Jika Anda melayani Tuhan, apakah Anda merindukan acungan jempol dan tepukan tangan? Inginkah Anda menjadi pahlawan terkenal, atau rela menjadi pahlawan tak dikenal? Lain kali, saat melakukan hal mulia, renungkanlah: Akankah saya tetap melakukan hal ini, jika tak ada orang yang mengetahuinya? –JTI

KEROHANIAN SEJATI DAPAT DIUKUR DARI APA YANG ANDA LAKUKAN SAAT TIDAK ADA ORANG

dari : e-RH

2 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Juni 18

    Masih lumayan kalau yang dipamerkan kebaikan, lae. Sekarang ini, tak sedikit di sekitar kita yang dengan bangga memamerkan keburukan, dan bahkan kejahatan.

    Horas.

  2. 2009 Juni 21

    yang jelas mereka sambil ngiklan biar tambah terkenal

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS