”Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin. Mimpi hari ini adalah Kenyataan Hari esok” adalah sebuah ungkapan yang baik dan memberi semangat untuk digunakan menghadapi pertarungan keberhasilan dalam kehidupan.
Saat ini kita telah memasuki tahun yang baru adalah saat yang penting untuk introspeksi atas prestasi yang telah kita capai pada tahun yang lalu hingga dengan saat ini dan pada saat yang sama kita hendaklah berani merencanakan untuk keberhasilan kita di tahun yang akan kita jalani .
Jadi, mumpung masih awal tahun mari kita luangkan waktu untuk sejenak merenung dan membuat gambar besar, visi atau impian yang kita inginkan untuk keberhasilan kita, dalam hidup dan pelayanan.
Untuk itu ada baiknya juga kita mengingat dan mengahayati isi lagu dari NKB 199,
1) Sudahkah yang terbaik-ku berikan
Kepada YESUS TUHAN-ku?
Besar pengurban-NYA di Kalvari!
Diharap-NYA terbaik dari ku
Ref : Berapa yang terhilang t’lah ku cari
Dan ku lepaskan yang terbelenggu?
Sudahkah yang terbaik-ku berikan
Kepada YESUS TUHAN-ku?
(2) Begitu banyak waktu yang terluang
Sedikit ku b’ri bagi-NYA
Sebab kurang kasih-ku pada YESUS
Mungkinkah hancur pula hati-NYA? (ref)
(3) Telah ku perhatikankah sesama
Atau ku biarkan tegar?
‘Ku patut menghantarnya pada KRISTUS
Dan kasih TUHAN harus ku sebar (ref)
Sebagai penggugah, Bill Gates pernah bermimpi suatu saat dapat menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Sesuatu yang dianggap sulit diwujudkan pada masa itu. Mimpinya itu hari ini menjadi kenyataan dengan menjadikannya sebagai orang terkaya di dunia
Masih banyak lagi kisah-kisah luar biasa berhasil diwujudkan orang-orang sukses karena dalam dirinya tertanam mimpi, obsesi dan harapan. Itulah energi yang menghantarkan mereka ke puncak kesuksesan. Mereka berhasil keluar dari derita, mereka berhasil mendobrak pintu kelemahan, mereka mampu mewujudkan harapannya menjadi kenyataan.
Mulailah membuat impian sekarang juga dan raih keajaiban dalam kehidupan kita berikutnya yang lebih baik, lebih berguna , terlebih lebih berharga di mata Tuhan.
Selamat Tahun Baru 2012, dan tetaplah berpengharapan kepada Tuhan Yesus dalam mengarunginya .
Dkn. Sahat Sipahutar