Arsip

Archive for the ‘Puisi’ Category

Yang terlupa …

Oktober 19, 2007 sahat 4 komentar

Duhulu sapaanku kau jawab

Kemarin sapaanku kau jawab,

Entah kenapa hari ini tidak ,

tak ada tutur sapa lagi diantara kita,

Memang,

semakin dekat makin tak terasa ,

Makin biasa dan akan terasa hambar

Yang baru makin bertambah ,

Yang lama akan segera terlupa,

Kawan lama akan tertinggal ,

Tertinggal diseberang , dan tak berbekas

kataku semoga kau tidak terlarut

Categories: Puisi

Saat bersinar

Oktober 19, 2007 sahat Tinggalkan komentar

Hari ini kau masih dipuja,

Esok kau masih diingat,

Lusa akankah kau akan teringat ?

Entahlah . . . . . .

Bila hari ini masih bersinar ,

Masihkah esok akan bercahaya,

atau kau akan berkeringat ,

mengingat hari – hari yang bersinar

Ingatlah saat cahaya tidak bersinar . . .

Kegelapan dan hanya kegelapan

Categories: Puisi

Bulan Purnama diatas Jemuran

Oktober 3, 2007 sahat 1 comment

Pangdanganku kulayangkan menuju lagit
Sayang mataku tak dapat melihat
Kuterawangkan lagi menuju angkasa ,
Namun sayang tak pernah sampai,
kenapa ?
ah ternyata bulan bulan purnama ada diatas tali jemuran

bekasi, 02 Oktober 2007

Categories: Puisi

Sesak …

Agustus 30, 2007 sahat Tinggalkan komentar

Kesesakan menghampiri kita,
kehidupan makin mendesak uluhati kita,
entah nanti , atau hari esok,
masihkah kita disebut manusia merdeka ?
jerit tangismu kudengar,
makianmupun kudengar,
tetapi apakah hingga esok kamu masih bisa menjerit,
oh malang,
sungguh malang benar nasib negeriku ini,
bagaikan bangsa yang kurapan,
kurapan ?
yah kurapan karena petingginya jarang mandi,
dan tak mau berkaca pada cermin,
oh cermin , tunjukkan … tunjukkanlah
wajah mereka, telanjagilah mereka,
buka,
buka semua pakaiannya hingga bugil,
agar dia , agar mereka tahu malu,
agar mereka merasakan dinginnya malam,
oh saudaraku,
sabar … sabar entah sampai kapan,
menjeritlah, menjeritlah pada sang Kuasa
munkin nanti didengar …

Categories: Puisi

Karena setan ,

Agustus 29, 2007 sahat 1 comment

Apa ? cinta ?
cinta turun dari langit ? enggak mungkin itu
masa dari langit ? tidak … tidak dia tumbuh ,tumbuh
bersemi ditaman hati,
ah
kalau begitu kenapa dia tidak tumbuh dihati setiap insan ?
masa ? masa begitu kurasa dia pasti ada disetiap insan ,
kalau begitu kenapa masih ada orang makan hak orang ?
kenapa masih ada orang hendak membunuh orang lain ?
ah
itu , karena dia tidak menyiram hatinya dengan kasih,
kasih katamu ? apa masih ada kasih ?
mestinya ya, semestinya kita menjaganya,
agar cinta bisa bersemi ditaman hati kita
dan cinta bisa berbuah keindahan dalam hidup kita,
percayalah kasih dan cinta milik semua insan,
cuma , cuma ….
setan membakar hatimu, agar dunia tidak damai

Categories: Puisi

Kalaupun …

Agustus 24, 2007 sahat Tinggalkan komentar

Kalaupun belum menanjak
jangan pernah putus harapan,
Kalaupun belum berjalan
jangan pernah berhenti mendorong, Read more…

Categories: Puisi

Ini aku …

Agustus 23, 2007 sahat 2 komentar

Menutup muka karena malu,
enggaklah,
walaupun hanya segitu yang kuketahui,

wajahku
akan kutegakkan untuk melihat wajahmu
mungkin wajahku tidak sebagus wajahmu
tetapi aku bukanlah pengecut
yang tidak berani bertatap muka dengan orang pintar
sepertimu,

ini aku , dengan segala keberadaanku

Categories: Puisi

Nungga matua hape…

Juli 27, 2007 sahat 3 komentar

Eh tahe sohaulak han be mulak poso ,nungga matua hape (sudah tua ternyata), di ilhami dari tulisan seorang sahabat beberapa hari yang lalu, pada blogberita.com yang berkantor pusat di Tepian Danau Toba – Balige dan disiarkan secara langsung dari sana secara live :) hehehe…

Wajahku sangat menawan hati mereka
Kegagahanku menggairahkan birahinya
Aku dipanggil kuda ,
kuda tunggangan nan perkasa Read more…

Categories: Puisi

Seonggok batu …

Juni 15, 2007 sahat 1 comment

Kami ini sudah lelah disini
Entah sampai kapan engkau berdiam
Hai kami bertanya padamu ,
kenapa ?
kenapa engkau diam saja
Entah sampai kapan kami bertahan?
Kami bertanya kedalam hati Read more…

Categories: Puisi

Sebelum terlambat

Juni 8, 2007 sahat 4 komentar

Aku tak suka kamu
Hati ini bukan milikmu
Terserah apa mau mu lakukanlah sesukamu
Asal itu menurutmu benar ,

Read more…

Categories: Puisi