Arsip

Archive for the ‘Wisata Iman’ Category

SETIA DALAM KEKOSONGAN

Juli 16, 2009 sahat 1 comment

“Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang.” Inilah sebuah ungkapan yang menyatakan ketidaksetiaan. Tak mudah memang untuk setia, apalagi jika kesetiaan tidak hanya untuk diucapkan, tetapi perlu dibuktikan.

Ada tiga penguji kesetiaan. Pertama, waktu. Seberapa lama kita bisa setia? Kedua, jarak. Kita bisa setia saat dekat, tetapi bagaimana jika kita terpisah jauh? Ketiga, keadaan. Kalau lagi senang kita akan setia, tetapi bagaimana jika dalam keadaan yang sulit? Read more…

Categories: Wisata Iman

Pilihlah …

Maret 4, 2009 sahat Tinggalkan komentar

Sebentar lagi pemilu akan segera tiba , kita sebagai rakyat Indonesia diajak untuk sama – sama memilih para calon anggota legislatif yang akan bertugas pada periode yang akan datang .Banyak calon yang menawarkan program-programnya dari yang masuk akal hingga yang gombal . Disinilah kita sebagai masyarakat perlu hati – hati dan waspada harus memilih yang mana, jangan sampai nanti kita terjebak akan pilihan kita, perhatikan kira – kira apakah yang kita pilih ini akan membawa aspirasi kita atau hanya memperhatikan aspirasi rakyatnya (anggota keluarganya) karena banyak yang berslogan demi rakyat padahal disana tersirat dia membela masyarakatnya sendiri ( istrinya, anaknya, mertuanya, dan para kerabatnya), kita mungkin bisa belajar dari cerita berikut ini dan semoga anda tidak salah pilih , Read more…

Categories: Berita, Umum, Wisata Iman

SUSAHNYA BERUBAH

Februari 26, 2009 sahat Tinggalkan komentar

Setiap tahun, 600.000 orang Amerika menjalani operasi bypass jantung. Ini hanya solusi sementara. Pasca operasi, mereka selalu diingatkan supaya mengubah gaya hidup. Mereka harus mengubah pola makan, berhenti merokok, dan berolahraga. Jika tidak, kondisi jantung akan memburuk dan membahayakan jiwa. Penelitian menunjukkan ternyata 90% pasien tidak mengubah gaya hidupnya sekalipun terancam maut. Mengapa? Karena sikap membenarkan diri sendiri. Banyak yang berpikir, “Bukankah soal mati hidup di tangan Tuhan? Itu tidak ditentukan oleh gaya hidup saya!”
Read more…

Categories: Kekristenan, Wisata Iman

POTONG RAMBUT 10 MENIT

Februari 25, 2009 sahat Tinggalkan komentar

Mari kita simak cerita berikut semoga bermanfaat ,

Di Singapura ada jasa potong rambut ekspres. Hanya dalam 10 menit rambut kita sudah dipotong rapi. Sudah beberapa kali saya memotong rambut di sana. Memang sangat praktis! Namun karena waktunya singkat, tak ada kesempatan untuk bercakap-cakap dengan si pemotong rambut.
Pengalaman ini kontras dengan pengalaman memotong rambut di Indonesia. Sebab sementara rambut dirapikan, kerap terjadi percakapan yang cukup seru antara pelanggan dan pemotong rambut.
Read more…

Categories: Cerita, Wisata Iman

“TAHU” BATAS

Februari 11, 2009 sahat Tinggalkan komentar

Tahu “Batas” …. kadangkala kita melupakan kata ini ada padahal kita membutuhkannya baik dalam kondisi apapun dalam kehidupan kita ini ,ada illustrasi sebagai berikut , mari kita simak semoga bermaanfaat

Pak Odang adalah penjual bubur ayam keliling. Enak dan jadi langganan banyak orang. Setiap pagi buburnya selalu laris diantre pembeli. Sering malah ada langganan yang sampai tidak kebagian. Seorang pembeli mencoba memberi saran kepadanya, “Pak Odang, besok jualan buburnya agak banyakan dong”. Pak Odang hanya tertawa kecil, “Kalau ditambah terus, tidak bakalan ada habisnya,” katanya ringan. Pak Odang tahu batas. Ia tahu bahwa kalau mau dituruti, keinginan untuk mendapat lebih tidak akan ada habisnya. Read more…

Categories: Cerita, Wisata Iman

ANDA UNIK

Februari 10, 2009 sahat Tinggalkan komentar

Dalam bukunya, “Temukan ‘Sweet Spot’ Anda!”, Max Lucado menulis demikian, “Jangan khawatir akan keahlian-keahlian yang tidak Anda miliki. Jangan mengingini kekuatan-kekuatan yang dipunyai orang lain.
Anda hanya perlu mengembangkan keunikan Anda. Dan lakukanlah itu untuk membuat perkara besar bagi Allah.”
Read more…

Categories: Wisata Iman

Sepakbola Tanpa Gawang

Januari 21, 2009 sahat Tinggalkan komentar

Bayangkan permainan sepakbola tanpa gawang. Betapa kacau dan anehnya. Dua puluh dua orang dewasa berebut satu bola. Tendang sana, tendang sini. Bola jauh dikejar, sudah dekat ditendang. Untuk apa semua itu kalau tidak ada gawang? Sepakbola menjadi menarik karena ada gawang yang dituju. Setiap pemain punya tujuan yang sama:  mencetak gol ke gawang lawan sebanyak-banyaknya.
Read more…

“SETRUM” YANG MENYENANGKAN

Desember 19, 2008 sahat Tinggalkan komentar

 Kesedihan dan kegembiraan itu menular. Apabila Anda sedih, orang disekitar Anda dapat merasakannya. Bahkan mereka bisa ikut sedih. Sebaliknya, jika Anda bergembira, suasana hati Anda akan memendar hangat, sehingga terasa oleh orang lain. Bahkan bisa menghangatkan hati mereka juga. Jadi bukan hanya penyakit, pengalaman rasa dalam diri manusia dapat menular. Lalu, bagaimana dengan pengalaman batin?
Bisakah itu menular? Tentu saja! Bila batin seseorang damai, maka kedamaian itu akan memancar lembut di mata, wajah, dan seluruh tubuhnya. Siapa pun yang berhubungan dengannya, sedikit banyak akan “tersetrum” damainya. Read more…

Categories: Kekristenan, Wisata Iman

TERIMAKASIH

Desember 15, 2008 sahat Tinggalkan komentar

Terima kasih adalah kata-kata yang sederhana, tetapi betapa kerap orang sulit mengucapkannya. Mari kita hitung, selama seminggu ini berapa banyak kita menerima kebaikan orang lain? Tidak hanya untuk hal-hal besar, tetapi juga untuk hal-hal sederhana. Misalnya, istri yang menyeduhkan kopi, suami yang pulang dari kantor membawakan makanan kesukaan, anak yang telah menolong mengambilkan sesuatu. Atau juga orang-orang yang dengan pekerjaannya telah membantu kita; tukang sampah yang setiap hari mengangkut sampah dari rumah kita, sopir taksi yang mengantarkan kita ke tempat tujuan. Read more…

Categories: Kekristenan, Wisata Iman

JANGAN HERAN!

Desember 4, 2008 sahat Tinggalkan komentar

Dalam khasanah kebijaksanaan Jawa, ada petuah yang berkata demikian: Ojo gumunan, ojo kagetan, mulad sarira, hangrasa wani. Artinya: Jangan mudah heran, jangan mudah terkejut, beranilah melihat dan mengoreksi diri apa adanya. Bagi orang Jawa, selain kesadaran diri, kemampuan untuk menguasai diri sehingga tidak mudah dikejutkan dan dibuat terpesona adalah nilai-nilai diri yang unggul. Apabila mudah bingung dan terpesona, orang mudah kehilangan orientasi diri. Itu sebabnya, ketenangan batin menjadi kunci.
Read more…

Categories: Kekristenan, Wisata Iman