<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk HABINSARAN - PARSOBURAN</title>
	<atom:link href="http://habinsaran.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://habinsaran.wordpress.com</link>
	<description>BERBAGI CERITA DAN MELESTARIKAN BUDAYA</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Dec 2009 21:14:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Marga Batak oleh hatinggian nauli</title>
		<link>http://habinsaran.wordpress.com/2007/10/17/marga-batak/#comment-821</link>
		<dc:creator>hatinggian nauli</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 21:14:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://habinsaran.wordpress.com/2007/10/17/marga-batak/#comment-821</guid>
		<description>Horas ma di hamu Amang Pandita!

Saya berharap Amang dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam menjalankan tugas2 anda.
Amang,saya berharap bahwa di forum ini kita bisa saling bertukar pengetahuan dan berharap juga ada rekan dari Toba ataupun Simalungun yang bersedia memberi tanggapan,masukan,kritikan atau apapun namanya demi terciptanya pemahaman dari kedua belah pihak.Mengenai siapa saya dan apa saya ini,saya rasa cukuplah saya saja yang tahu.Saya rasa adalah hal yang mengasyikan memberi tanggapan,kritikan didalam dunia maya tanpa harus diketahui identitas asli kita oleh orang yang kita &quot;tembak&quot;,...anda setuju??..Namun,saya sebetulnya sudah memberi&quot;clue&quot; untuk anda,yaitu nama depan samaran saya didunia maya.Itu adalah &quot;bona pasogit&quot; atau &quot;huta hasusuran (simalungun)bagi leluhur kami dan keturunannya.Mudah2an hal tsb tidak mengganggu pikiran anda.Dan saya yakin,orang sekaliber,..apalagi bergelar master (S2) sepeti anda pastilah dapat memberi jawaban2 &quot;yang lebih akurat&quot; untuk saat ini daripada statemen2 anda sebelumnya.Saya tetap bangga dengan apa yang Tuhan karuniakan kepada saya,termasuk menjadi orang BATAK yang meyakini dan pasti bahwa kami bukanlah berasal dari luar pulau Sumatra,kami juga adalah bagian dari saudara2 dari aneka ragam suku asli penghuni bumi Sumatra ini.Saya juga bersimpati atas perlakuan &quot;tak adil&quot; yang anda alami dari salah satu harian terbitan Medan tsb.Tapi apakah anda sudah pernah menanyakan hal tsb kepada pihak SIB perihal tak dimuatnya sanggahan Amang tsb?..Andai saja..bolehkan saya berandai-andai? andai saja saya yang menjadi pimpinan redaksinya,pasti akan saya muat dan saya akan membuka bagi siapa saja untuk berdiskusi,berdebat atau apalah namanya,agar kita bisa saling diperkaya dan memperkaya.

Baiklah Amang Pandita na burju,sepertinya anda tidak memahami tulisan saya sebelumnya,yang jelas2 saya pakai bahasa yang sederhana agar tidak cuma kita yang mengerti.Saya berusaha untuk tidak &quot;memajang&quot; nama2 penulis asing agar terkesan berbobot dan menggetarkan bagi lawan dialog kita.Saya juga berharap Amang berkenan memaparkan apa saja komentar para ahli di forum ini,sehingga kita semua dapat mengetahui dan juga anda mengutip Alkitab sebagai&quot;senjata&quot; yang bagi saya agak membingungkan untuk apa anda membawa Alkitab.Saya pikir dialog kita masihlah sekedar dialog santai.Anda juga mengklaim bahwa nama Nagur sudah ada sejak lama.Tolong siapa,apa,dimana disebutkannya agar kita tidak cuma membaca klaim2&quot;mentah&quot; dari pihak Simalungun seperti anda.Anda juga menyebutkan candi2 tua yang ada di Simalungun sebagai &quot;bukti&quot; kekunoan Simalungun.Pertanyaannya siapa yang menbangun,tahun berapa,untuk apa dan bahasa apa yang dipahat pada batu2 candi tsb.Arkeolog manakah yang bisa memastikan usia dari candi tsb,siapa nama,...dan sekali lagi apakah sudah di tes karbon???...

Amang Pandita,bisakah anda memberitahu saya,manakah yang lebih dahulu,Nagur atau Simalungun.Kedua nama tsb berkaitan bukan?..Baiklah kalau kita pakai referensi dalam negeri yaitu dari Negarakrtagama,apakah nama Simalungun disebutkan?..(sumpah amukti palapa Patih Gajah Mada)
Anda juga mencantumkan nama Uli KOzok sebagai &quot;senjata&quot;anda untuk mendukung klaim2 kekunoan Simalungun daripada Toba.Dibuku atau kuliahnya yang manakah beliau pernah katakan bahwa bahasa Simalungun lebih tua daripada bahasa Toba dan Angkola-Mandailing?...Mungkin maksud Amang,bahwa Uli Kozok memuat pendapatnya Si Alexander Adelarr dalam salah satu bukunya yaitu &quot;Warisan Leluhur,Satra Lama dan Aksara Batak&quot;,yang berpendapat bahasa Simalungun lebih dahulu terbentuk daripada bahasa (rumpun selatan)Toba dan Angkola-mandailing.Andaikan demikian,sudah dipastikan bukan Si Uli Kozok yang berpendapat seperti Amang dan Adelarr.Seharusnya Amang selesaikan secara seksama membaca karya Uli Kozok tsb,barulah anda membuat klaim yang matang.Saya yakin orang dengan tingkat pendidikan S2 seperti anda plus keturunan raja2 pasti mau konsisten dan konsekwen akan apa2 yang telah anda &quot;lempar&quot; di forum seperti ini.Saya harap Amang tidak berat sebelah,bacalah secara kontekstual dari awal sampai akhir,barulah anda akan tahu pandangan Uli Kozok tentang Batak yang didalamnya termasuk Simalungun.Silahkan baca pada halaman akhir pada buku beliau tsb.Anda juga memuat nama Batara Sangti Simanjuntak untuk kembali menguatkan klaim anda.Anda tentu tahu tentang &quot;haminjon&quot; alias kemenyan yang merupakan komoditi terunggul pada masa lampau bahkan sebelum Masehi,yang banyak dicari oleh pedagang2 asing,khususnya dari Timur-Tengah.Dipasarkan di daerah Barus.Dipantai bagian manakah itu Amang?...Siapakah para petani yang menanam dan memanen pohon kemenyan serta menjualnya kepada saudagar2 masa lampau?...Dari manakah para petani tsb?...Darimanakah kemenyan yang dipersembahkan oleh salah satu Majusi untuk Hamasiah Yeshua ketika lahir di kedunia ini(Maaf nih,saya kutip kejadian di alkitab-biar sama seperti Amang).Tentu bukan dari Banua Holing atau Nagore atau Nagaland.Mereka adalah orang2 Batak leluhur kita,katakanlah kami orang Toba kalau anda alergi dengan istilah Batak.Bahkan keberadaan Barus yang begitu penting pada masa lampau,bisa dibuktikan dari keberadaan prasati yang dibuat oleh orang2 Tamil pada masa abad XI.Tentu para pedagang Tamil tsb bertransaksi dengan penduduk asli Barus yaitu orang2 Batak,walaupun tidak tertutup kemungkinan suku2 lain seprti Aceh,minangkabau,Jawa,bugis serta bangsa2 asing bermukim dan turut menambah semarak perdagangan masa kuno tsb serta keanekaragaman etnis yang diturunkan kemudian hari.
Menurut hemat saya,jikalau orang2 Simalungun adalah keturunan dari orang Tamil,pastilah ada banyak yang diwariskan,bukan hanya sekedar perbendaharaan kata.Dari segi bahasa,Saya tidak melihat bahasa Simalungun seperti bahasa dari India bagian selatantsb.Bahkan abjad yang digunakan adalah abjad yang sama seprti yang digunakan puak2 Batak lainnya.Dari segi fisik dan wajah,sangat mirip dengan saudara2 yang serumpun.Bahkan saya punya keyakinan kalaupun dites DNA kita yang serumpun ini,pastilah DNA kita tidak jauh beda alias dekat bahkan sangat dekat.Atau mungkin dahulu pada saat terbentuknya Simalungun,datanglah sekelompok pendatang dari Tamil yang bertemu dengan orang asli didaerah tsb,lalu mereka hidup damai dan saling membaur dan menurunkan orang Simalungun saat ini.Namun mengapa hanya empat marga yang berkuasa.Mungkin amang pernah mendengar sistem pemerintahan Raja Maropat atau Raja Naopat yang adalah hal biasa ditemukan pada masa lampau di kehidupan bermasyarakat Batak Toba .
Lalu mengenai marga yang ada di Simalungun saat ini ,saya tetap yakin pasti ada kaitannya dengan Toba.Amang,marilah perhatikan hal ini,...Ada marga Saragih Manihuruk di Simalungun.Sedangkan kita tahu Saragi juga ada di Toba dan Manihuruk juga ada di Toba,keduanya adalah keturunan Nai Ambaton.Menurut saya mengapa Manihuruk berasimilasi kedalam Saragih bukan Damanik atau Purba atau Sinaga? Karena sejarah masa lalulah yang berdasarkan Tona dan tarombo dari leluhur kami sejak dahulu,bahwa Saragih dan Manihuruk adalah dongan tubu,sisada anak sisada boru.Begitu juga dengan Ambarita yang berasimilasi ke Damanik,begitu juga dengan Girsang dan Purba sama halnya seperti diatas.Kalau memang tidak ada tona,torsa dan tarombo dari leluhur,mungkin saja Ambarita masuk ke Saragih dan Manihuruk masuk ke Damanik.Lagipula budaya yang berasal dari India bagian selatan tsb sangat berbeda alias saya mau katakan bahwa budaya Simalungun adalah identik dengan budaya dari saudara2 serumpun seperti Toba,Pakpak,Karo,Angkola dan Mandailing.Dan juga harus diingat,bahwa di India perempuanlah yang memberi mahar kepada laki2 yang akan dikawininya.Berbeda dengan kita yang serumpun ini.Mungkin kalau pernah Amang ikuti berita dari tanah Hindustan tsb,tentang pelenyapan alias pemusnahan bayi2 perempuan,karena akan membuat orang tua mereka bangkrut jika kelak merka akan menikah,karena mahar yang mahal.
Saya juga melihat ada kesamaan gejala pada masyarakat kita yang serumpun ini,termasuk Toba,yaitu tentang pengaitan sejarah ke India tsb.Saya pribadi menolak ide tentang kesamaan dari India tsb.Namun saya hargai Amang yang memilki keyakinan bahwa anda adalah keturunan dari India selatan tsb.
Jikalau anda juga baca buku &quot;Sejarah Raja Raja Barus&quot; keluaran Ecole Francaise d&#039;Extreme Orient,Amang akan terbuka bahwasanya sejarah orang2 Toba tidaklah &quot;semuda&quot; Amang duga selama ini.Baiklah saya ajak Amang untuk membuka kitab Matius yang menjelaskan silsilah Sang Almasih mulai dari Adam.Kalau kita secara polos,kita akan menerima begitu saja tulisan tsb.Tulisan tentang pemaparan silsilah tsb tidak keliru.Namun didalam penelitian selanjutnya,dikatakan bahwa ada leluhur2 yang namanya tidak dimuat alias dilewatkan beberapa generasi entah itu dari Adam sampai Nuh atau dari Abraham sampai Daud.Yang disebutkan adalah mereka yang memiliki kekhususan bagi hadirnya Sang Almasih didunia ini.
Sebetulnya dari pemaparan saya tentang Barus anda akan tahu bahwa orang2 Batak sudah sangat lama menghuni tanah di Sumatra Utara saat ini,bahkan sebelum kedatangan para orang2 India dari selatan yang Amang klaim sebagai leluhur anda.Memang sejarah itu sendiri tergantung pada dua hal yaitu Tulisan dan Lisan.Mungkin tulisan datangnya lebih kemudian sehingga kita semua lebih mengandalkan lisan alias cerita mulut ke mulut untuk meneruskan sejarah kita.Baiklah Amang kiranya Amang tidak terburu kenyang sarapannya,sehingga tidak sanggup lagi mengunyah hidangan sarapan dari Toba &quot;namarmiak-miak jala nahus-hus&quot;.Sekian dan saya tunggu tanggapan anda,.. dari saya &quot;hatoban&quot; ini.Mauliate,Horasma!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas ma di hamu Amang Pandita!</p>
<p>Saya berharap Amang dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam menjalankan tugas2 anda.<br />
Amang,saya berharap bahwa di forum ini kita bisa saling bertukar pengetahuan dan berharap juga ada rekan dari Toba ataupun Simalungun yang bersedia memberi tanggapan,masukan,kritikan atau apapun namanya demi terciptanya pemahaman dari kedua belah pihak.Mengenai siapa saya dan apa saya ini,saya rasa cukuplah saya saja yang tahu.Saya rasa adalah hal yang mengasyikan memberi tanggapan,kritikan didalam dunia maya tanpa harus diketahui identitas asli kita oleh orang yang kita &#8220;tembak&#8221;,&#8230;anda setuju??..Namun,saya sebetulnya sudah memberi&#8221;clue&#8221; untuk anda,yaitu nama depan samaran saya didunia maya.Itu adalah &#8220;bona pasogit&#8221; atau &#8220;huta hasusuran (simalungun)bagi leluhur kami dan keturunannya.Mudah2an hal tsb tidak mengganggu pikiran anda.Dan saya yakin,orang sekaliber,..apalagi bergelar master (S2) sepeti anda pastilah dapat memberi jawaban2 &#8220;yang lebih akurat&#8221; untuk saat ini daripada statemen2 anda sebelumnya.Saya tetap bangga dengan apa yang Tuhan karuniakan kepada saya,termasuk menjadi orang BATAK yang meyakini dan pasti bahwa kami bukanlah berasal dari luar pulau Sumatra,kami juga adalah bagian dari saudara2 dari aneka ragam suku asli penghuni bumi Sumatra ini.Saya juga bersimpati atas perlakuan &#8220;tak adil&#8221; yang anda alami dari salah satu harian terbitan Medan tsb.Tapi apakah anda sudah pernah menanyakan hal tsb kepada pihak SIB perihal tak dimuatnya sanggahan Amang tsb?..Andai saja..bolehkan saya berandai-andai? andai saja saya yang menjadi pimpinan redaksinya,pasti akan saya muat dan saya akan membuka bagi siapa saja untuk berdiskusi,berdebat atau apalah namanya,agar kita bisa saling diperkaya dan memperkaya.</p>
<p>Baiklah Amang Pandita na burju,sepertinya anda tidak memahami tulisan saya sebelumnya,yang jelas2 saya pakai bahasa yang sederhana agar tidak cuma kita yang mengerti.Saya berusaha untuk tidak &#8220;memajang&#8221; nama2 penulis asing agar terkesan berbobot dan menggetarkan bagi lawan dialog kita.Saya juga berharap Amang berkenan memaparkan apa saja komentar para ahli di forum ini,sehingga kita semua dapat mengetahui dan juga anda mengutip Alkitab sebagai&#8221;senjata&#8221; yang bagi saya agak membingungkan untuk apa anda membawa Alkitab.Saya pikir dialog kita masihlah sekedar dialog santai.Anda juga mengklaim bahwa nama Nagur sudah ada sejak lama.Tolong siapa,apa,dimana disebutkannya agar kita tidak cuma membaca klaim2&#8243;mentah&#8221; dari pihak Simalungun seperti anda.Anda juga menyebutkan candi2 tua yang ada di Simalungun sebagai &#8220;bukti&#8221; kekunoan Simalungun.Pertanyaannya siapa yang menbangun,tahun berapa,untuk apa dan bahasa apa yang dipahat pada batu2 candi tsb.Arkeolog manakah yang bisa memastikan usia dari candi tsb,siapa nama,&#8230;dan sekali lagi apakah sudah di tes karbon???&#8230;</p>
<p>Amang Pandita,bisakah anda memberitahu saya,manakah yang lebih dahulu,Nagur atau Simalungun.Kedua nama tsb berkaitan bukan?..Baiklah kalau kita pakai referensi dalam negeri yaitu dari Negarakrtagama,apakah nama Simalungun disebutkan?..(sumpah amukti palapa Patih Gajah Mada)<br />
Anda juga mencantumkan nama Uli KOzok sebagai &#8220;senjata&#8221;anda untuk mendukung klaim2 kekunoan Simalungun daripada Toba.Dibuku atau kuliahnya yang manakah beliau pernah katakan bahwa bahasa Simalungun lebih tua daripada bahasa Toba dan Angkola-Mandailing?&#8230;Mungkin maksud Amang,bahwa Uli Kozok memuat pendapatnya Si Alexander Adelarr dalam salah satu bukunya yaitu &#8220;Warisan Leluhur,Satra Lama dan Aksara Batak&#8221;,yang berpendapat bahasa Simalungun lebih dahulu terbentuk daripada bahasa (rumpun selatan)Toba dan Angkola-mandailing.Andaikan demikian,sudah dipastikan bukan Si Uli Kozok yang berpendapat seperti Amang dan Adelarr.Seharusnya Amang selesaikan secara seksama membaca karya Uli Kozok tsb,barulah anda membuat klaim yang matang.Saya yakin orang dengan tingkat pendidikan S2 seperti anda plus keturunan raja2 pasti mau konsisten dan konsekwen akan apa2 yang telah anda &#8220;lempar&#8221; di forum seperti ini.Saya harap Amang tidak berat sebelah,bacalah secara kontekstual dari awal sampai akhir,barulah anda akan tahu pandangan Uli Kozok tentang Batak yang didalamnya termasuk Simalungun.Silahkan baca pada halaman akhir pada buku beliau tsb.Anda juga memuat nama Batara Sangti Simanjuntak untuk kembali menguatkan klaim anda.Anda tentu tahu tentang &#8220;haminjon&#8221; alias kemenyan yang merupakan komoditi terunggul pada masa lampau bahkan sebelum Masehi,yang banyak dicari oleh pedagang2 asing,khususnya dari Timur-Tengah.Dipasarkan di daerah Barus.Dipantai bagian manakah itu Amang?&#8230;Siapakah para petani yang menanam dan memanen pohon kemenyan serta menjualnya kepada saudagar2 masa lampau?&#8230;Dari manakah para petani tsb?&#8230;Darimanakah kemenyan yang dipersembahkan oleh salah satu Majusi untuk Hamasiah Yeshua ketika lahir di kedunia ini(Maaf nih,saya kutip kejadian di alkitab-biar sama seperti Amang).Tentu bukan dari Banua Holing atau Nagore atau Nagaland.Mereka adalah orang2 Batak leluhur kita,katakanlah kami orang Toba kalau anda alergi dengan istilah Batak.Bahkan keberadaan Barus yang begitu penting pada masa lampau,bisa dibuktikan dari keberadaan prasati yang dibuat oleh orang2 Tamil pada masa abad XI.Tentu para pedagang Tamil tsb bertransaksi dengan penduduk asli Barus yaitu orang2 Batak,walaupun tidak tertutup kemungkinan suku2 lain seprti Aceh,minangkabau,Jawa,bugis serta bangsa2 asing bermukim dan turut menambah semarak perdagangan masa kuno tsb serta keanekaragaman etnis yang diturunkan kemudian hari.<br />
Menurut hemat saya,jikalau orang2 Simalungun adalah keturunan dari orang Tamil,pastilah ada banyak yang diwariskan,bukan hanya sekedar perbendaharaan kata.Dari segi bahasa,Saya tidak melihat bahasa Simalungun seperti bahasa dari India bagian selatantsb.Bahkan abjad yang digunakan adalah abjad yang sama seprti yang digunakan puak2 Batak lainnya.Dari segi fisik dan wajah,sangat mirip dengan saudara2 yang serumpun.Bahkan saya punya keyakinan kalaupun dites DNA kita yang serumpun ini,pastilah DNA kita tidak jauh beda alias dekat bahkan sangat dekat.Atau mungkin dahulu pada saat terbentuknya Simalungun,datanglah sekelompok pendatang dari Tamil yang bertemu dengan orang asli didaerah tsb,lalu mereka hidup damai dan saling membaur dan menurunkan orang Simalungun saat ini.Namun mengapa hanya empat marga yang berkuasa.Mungkin amang pernah mendengar sistem pemerintahan Raja Maropat atau Raja Naopat yang adalah hal biasa ditemukan pada masa lampau di kehidupan bermasyarakat Batak Toba .<br />
Lalu mengenai marga yang ada di Simalungun saat ini ,saya tetap yakin pasti ada kaitannya dengan Toba.Amang,marilah perhatikan hal ini,&#8230;Ada marga Saragih Manihuruk di Simalungun.Sedangkan kita tahu Saragi juga ada di Toba dan Manihuruk juga ada di Toba,keduanya adalah keturunan Nai Ambaton.Menurut saya mengapa Manihuruk berasimilasi kedalam Saragih bukan Damanik atau Purba atau Sinaga? Karena sejarah masa lalulah yang berdasarkan Tona dan tarombo dari leluhur kami sejak dahulu,bahwa Saragih dan Manihuruk adalah dongan tubu,sisada anak sisada boru.Begitu juga dengan Ambarita yang berasimilasi ke Damanik,begitu juga dengan Girsang dan Purba sama halnya seperti diatas.Kalau memang tidak ada tona,torsa dan tarombo dari leluhur,mungkin saja Ambarita masuk ke Saragih dan Manihuruk masuk ke Damanik.Lagipula budaya yang berasal dari India bagian selatan tsb sangat berbeda alias saya mau katakan bahwa budaya Simalungun adalah identik dengan budaya dari saudara2 serumpun seperti Toba,Pakpak,Karo,Angkola dan Mandailing.Dan juga harus diingat,bahwa di India perempuanlah yang memberi mahar kepada laki2 yang akan dikawininya.Berbeda dengan kita yang serumpun ini.Mungkin kalau pernah Amang ikuti berita dari tanah Hindustan tsb,tentang pelenyapan alias pemusnahan bayi2 perempuan,karena akan membuat orang tua mereka bangkrut jika kelak merka akan menikah,karena mahar yang mahal.<br />
Saya juga melihat ada kesamaan gejala pada masyarakat kita yang serumpun ini,termasuk Toba,yaitu tentang pengaitan sejarah ke India tsb.Saya pribadi menolak ide tentang kesamaan dari India tsb.Namun saya hargai Amang yang memilki keyakinan bahwa anda adalah keturunan dari India selatan tsb.<br />
Jikalau anda juga baca buku &#8220;Sejarah Raja Raja Barus&#8221; keluaran Ecole Francaise d&#8217;Extreme Orient,Amang akan terbuka bahwasanya sejarah orang2 Toba tidaklah &#8220;semuda&#8221; Amang duga selama ini.Baiklah saya ajak Amang untuk membuka kitab Matius yang menjelaskan silsilah Sang Almasih mulai dari Adam.Kalau kita secara polos,kita akan menerima begitu saja tulisan tsb.Tulisan tentang pemaparan silsilah tsb tidak keliru.Namun didalam penelitian selanjutnya,dikatakan bahwa ada leluhur2 yang namanya tidak dimuat alias dilewatkan beberapa generasi entah itu dari Adam sampai Nuh atau dari Abraham sampai Daud.Yang disebutkan adalah mereka yang memiliki kekhususan bagi hadirnya Sang Almasih didunia ini.<br />
Sebetulnya dari pemaparan saya tentang Barus anda akan tahu bahwa orang2 Batak sudah sangat lama menghuni tanah di Sumatra Utara saat ini,bahkan sebelum kedatangan para orang2 India dari selatan yang Amang klaim sebagai leluhur anda.Memang sejarah itu sendiri tergantung pada dua hal yaitu Tulisan dan Lisan.Mungkin tulisan datangnya lebih kemudian sehingga kita semua lebih mengandalkan lisan alias cerita mulut ke mulut untuk meneruskan sejarah kita.Baiklah Amang kiranya Amang tidak terburu kenyang sarapannya,sehingga tidak sanggup lagi mengunyah hidangan sarapan dari Toba &#8220;namarmiak-miak jala nahus-hus&#8221;.Sekian dan saya tunggu tanggapan anda,.. dari saya &#8220;hatoban&#8221; ini.Mauliate,Horasma!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di ” TAWARAN BIJAK YANG MUNGKIN TAK BIJAK…..” oleh tornagodang</title>
		<link>http://habinsaran.wordpress.com/2009/11/19/%e2%80%9d-tawaran-bijak-yang-mungkin-tak-bijak%e2%80%a6-%e2%80%9d/#comment-820</link>
		<dc:creator>tornagodang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 14:37:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://habinsaran.wordpress.com/?p=636#comment-820</guid>
		<description>Dengan memilih salah satu opsi yang disodorkan oleh orang tua yang tidak bijak tersebut, dengan sendirinya si anak telah melakukan opsi yang pertama dan yang kedua, karena pada dasarnya orang yang playboy biasanya pemabuk dan penjudi juga. Sama halnya dengan kejadian berikut ini : Suatu ketika seorang raja memanggil salah seorang hambanya ke suatu ruangan. Dalam ruangan tersebut tersedia minuman beralkohol, gadis cantik dan nenek tua. Sang raja menawarkan kepada hambanya untuk harus memilih tiga kegiatan yang akan dilakukan yaitu; meminum alkohol sampai mabok, memperkosa gadis cantik atau membunuh si nenek. Sang hamba sangat kaget bercampur takut mendengar tawaran sang raja karenana tawaran tersebut sangat bertentangan dengan hati nurani si hamba, tetapi karena yang manawarkan adalah raja maka dia harus memilih, sambil berfikir tentang resiko minimal yang akan ditanggung oleh sang hamba. Sang hamba melihat gadis cantik untuk diperkosa, tetapi dia langsung mengingat adik perempuannya dan berfikir bahwa memperkosa itu dosanya besat karena berbuat zinah dan menyakiti orang lain dan akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk memperkosa. Kemudian dia melirik ke si nenek untuk membunuh, tetapi dia langsung ingat ibunya di rumah dan berfikir membunuh juga dosanya besar dan dilarang oleh agama. Kemudian dia melirik ke minuman. Dalam hatinya, kalau saya minum sampai mabok tidak akan merugikan orang lain, dan akibatnya hanya saya sendiri yang menanggung. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya sang hamba minum sampai mabok. Apa yang terjadi, tertunya kalau sudah kondisi mabok akal sehat dan nalar menjadi hilang. Sang hamba melihat kemolekan tubuh si gadis, timbul niat untuk memperkosanya. Tetapi niatnya diurungkan karena disampingnya dilihat si nenek sedang memperhatikan sang hamba. Si hamba merasa terganggu diperhatikan si nenek untuk melakukan aksinya, maka timbul niatnya untuk membunuh sinenek sebelum dia memperkosa si gadis cantik. Sebenarnya ceritanya masih panjang.... tetapi .... ruangnya terbatas...... Horas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan memilih salah satu opsi yang disodorkan oleh orang tua yang tidak bijak tersebut, dengan sendirinya si anak telah melakukan opsi yang pertama dan yang kedua, karena pada dasarnya orang yang playboy biasanya pemabuk dan penjudi juga. Sama halnya dengan kejadian berikut ini : Suatu ketika seorang raja memanggil salah seorang hambanya ke suatu ruangan. Dalam ruangan tersebut tersedia minuman beralkohol, gadis cantik dan nenek tua. Sang raja menawarkan kepada hambanya untuk harus memilih tiga kegiatan yang akan dilakukan yaitu; meminum alkohol sampai mabok, memperkosa gadis cantik atau membunuh si nenek. Sang hamba sangat kaget bercampur takut mendengar tawaran sang raja karenana tawaran tersebut sangat bertentangan dengan hati nurani si hamba, tetapi karena yang manawarkan adalah raja maka dia harus memilih, sambil berfikir tentang resiko minimal yang akan ditanggung oleh sang hamba. Sang hamba melihat gadis cantik untuk diperkosa, tetapi dia langsung mengingat adik perempuannya dan berfikir bahwa memperkosa itu dosanya besat karena berbuat zinah dan menyakiti orang lain dan akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk memperkosa. Kemudian dia melirik ke si nenek untuk membunuh, tetapi dia langsung ingat ibunya di rumah dan berfikir membunuh juga dosanya besar dan dilarang oleh agama. Kemudian dia melirik ke minuman. Dalam hatinya, kalau saya minum sampai mabok tidak akan merugikan orang lain, dan akibatnya hanya saya sendiri yang menanggung. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya sang hamba minum sampai mabok. Apa yang terjadi, tertunya kalau sudah kondisi mabok akal sehat dan nalar menjadi hilang. Sang hamba melihat kemolekan tubuh si gadis, timbul niat untuk memperkosanya. Tetapi niatnya diurungkan karena disampingnya dilihat si nenek sedang memperhatikan sang hamba. Si hamba merasa terganggu diperhatikan si nenek untuk melakukan aksinya, maka timbul niatnya untuk membunuh sinenek sebelum dia memperkosa si gadis cantik. Sebenarnya ceritanya masih panjang&#8230;. tetapi &#8230;. ruangnya terbatas&#8230;&#8230; Horas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Sipahutar oleh andi sipahutar</title>
		<link>http://habinsaran.wordpress.com/sipahutar/#comment-818</link>
		<dc:creator>andi sipahutar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 21:44:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://habinsaran.wordpress.com/sipahutar/#comment-818</guid>
		<description>horas.. hami sian tarutung..simpang perumnas kampus stakpen T.sipahutar/br.hutagalung</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>horas.. hami sian tarutung..simpang perumnas kampus stakpen T.sipahutar/br.hutagalung</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di ” TAWARAN BIJAK YANG MUNGKIN TAK BIJAK…..” oleh si Lubis na jogi</title>
		<link>http://habinsaran.wordpress.com/2009/11/19/%e2%80%9d-tawaran-bijak-yang-mungkin-tak-bijak%e2%80%a6-%e2%80%9d/#comment-816</link>
		<dc:creator>si Lubis na jogi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 15:12:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://habinsaran.wordpress.com/?p=636#comment-816</guid>
		<description>Bagusssss............... itu baru Orang Tua yang bijak.
dari pada si orang tua tadi ngasih pilihan yang lebih menggiurkan si anak seperti PENODONG yang akan cepat kaya raya, ya khan coy....!!!!!!!!!!!
        tapi , si bapak tadi msih kurang bijak sedikit. Apasalahnya jika si Anak dikasih pilihan biar anaknya menjadi seorang PANGOTA(penipu). Itu kan lebih enak daripada PLAY BOY cap jempol terbalik yang tadi....??????
   Mengapa begtu ?   
karena pangota tadi telah merangkap semua pilihan yang dikasih sama sang anak, ya ngga&#039; coy..................
 
Selajutna ba di tambai angka dongan ma muse ...................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagusssss&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; itu baru Orang Tua yang bijak.<br />
dari pada si orang tua tadi ngasih pilihan yang lebih menggiurkan si anak seperti PENODONG yang akan cepat kaya raya, ya khan coy&#8230;.!!!!!!!!!!!<br />
        tapi , si bapak tadi msih kurang bijak sedikit. Apasalahnya jika si Anak dikasih pilihan biar anaknya menjadi seorang PANGOTA(penipu). Itu kan lebih enak daripada PLAY BOY cap jempol terbalik yang tadi&#8230;.??????<br />
   Mengapa begtu ?<br />
karena pangota tadi telah merangkap semua pilihan yang dikasih sama sang anak, ya ngga&#8217; coy&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Selajutna ba di tambai angka dongan ma muse &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tentang oleh RAFLES ARITONANG</title>
		<link>http://habinsaran.wordpress.com/about/#comment-815</link>
		<dc:creator>RAFLES ARITONANG</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 08:27:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-815</guid>
		<description>Horas ma dihita
,,au putra parso do parsanggrahan , jabunta jolo SDinpres
pemain ne Gempur City FC, manjou amang borudo tu amang.salam ma Pak AIPTU A.ARITONANG(bapa)dht oma( e,simanullang).adekku vinna, sartika..rekan2 gempur fc halow boro bara....
 haloow,, boa kbr muna angka dongan magodang manang didia pe .
sian ido hita magodang siani do hta  borhat
 ima huta PARSOBURAN ,,,TAPASADAMA MAROHATTA  TAPATURE HUTATTA!!!!!! 
 liat2 kota parso skrng sudah metropolitan ,,maju truss parsoburan hingga titik darah penghabisan..ribak sude</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas ma dihita<br />
,,au putra parso do parsanggrahan , jabunta jolo SDinpres<br />
pemain ne Gempur City FC, manjou amang borudo tu amang.salam ma Pak AIPTU A.ARITONANG(bapa)dht oma( e,simanullang).adekku vinna, sartika..rekan2 gempur fc halow boro bara&#8230;.<br />
 haloow,, boa kbr muna angka dongan magodang manang didia pe .<br />
sian ido hita magodang siani do hta  borhat<br />
 ima huta PARSOBURAN ,,,TAPASADAMA MAROHATTA  TAPATURE HUTATTA!!!!!!<br />
 liat2 kota parso skrng sudah metropolitan ,,maju truss parsoburan hingga titik darah penghabisan..ribak sude</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Donganku oleh Pandapotan.S</title>
		<link>http://habinsaran.wordpress.com/donganku/#comment-814</link>
		<dc:creator>Pandapotan.S</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 03:18:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://habinsaran.wordpress.com/?page_id=400#comment-814</guid>
		<description>&quot; TAWARAN BIJAK YANG MUNGKIN TAK BIJAK.....&quot;
  
   Seorang orang tua tak pernah menjerumuskan anaknya kecuali orang tua tsb memang orang tua yang belum tua ( Sebab kalau masih muda bisa saja disaatnya nanti berubah menjadi baik dan menjadi tua ) Ketika dia menasehati putranya yang akan menjadi pemuda dan tiba akan  pergi meninggalkannya sang Orang Tua  memberi wejangan pilihan, demikian :
        
   &quot; Nak...! dengar ini penting, sebagai pemuda harus punya pilihan sikap hidup dan arif memilih kesenangan. Setiap orang punya kesenangan dan godaan dunia  kadang kadang membuat kita agak &#039;naif&#039; menentukan kesenangan. Bapak akan mencoba memberi tawaran untuk kau pilih dan salah satu dari &#039;tawaran&#039; inipun harus dipilih.
   &quot; Begini nak,.....! kau putra Batak aku orang tuamu. Sebagian darahmu adalah darahku juga artinya laku hidupmu identik denganku.., saya akan sebut pilihan itu. Manakah dari ketiga pilihan ini yang akan kau pilih kelak sebagai kesenanganmu. Ingat seperti diawal saya sebutkan harus memilih.
   &quot; Apakah engkau memilih .., PARMINUM ( Tukang Mabok ) atau PARJUJI ( Tukang Judi )atau manjadi PARBORUBORU/PARMAINANON ( Play Boy cap Kepiting ) coba sebutkan pilihanmu, aku ingin dengar dan jujurlah:
( Sang anak tercengang, segera jidat berkenyit, kepala tengadah keatas..pusing...)
( Setengah jam berpikir, tetap linglung tak mampu menjawab. Orang tua geram anggap anaknya bukan seorang pemikir, ah...oto do ho ( Bodoh kau ...) memilih pilihan yang adapun bingung. Ini gambaran dari semua itu.
   &quot; Parminum...&quot; adalah seorang yang suka keramaian, senang berkumpul dengan teman, banyak omong, tidak koreksi diri, suka menghayal, sering teledor, lupa waktu, sering sempoyongan, emosi meledakledak, sering pulang larut, tidak memiliki harga diri, jorok, jarang mandi, tidak peduli dengan penampilan, kusut, kumal dan ah..tidurpun tak punya sopan santun,,. godangma tahe...holan loak do dison...&quot;
   &quot; Parjuji...&quot; on pe dang motan. Doanya mudah mudahan banyak keluarga yang melahirkan ( Tidak ikut program pemerintah Suharto KB ), memang rajin maranggap, suka tempat terang, senang curang, tidak jujur, cenderung pendiam, suka ngintip, tangannya tidak mau diam, tidak tahu waktu, pembohong, tidak peduli, suka ngancam,mengada ada, lebih banyak kalah daripada menang, pendendam, acak acakan, suka bertengkar, dan parahnya akan jadi tegaan, jual segala galanya termasuk jual harga diri, dan....akan jadi maling.....&quot;
   &quot; Parmainanom (PARBORUBORU), melamun, menunggu waktu, banyak akal, licik, nakal,hati hati, bersih, punya uang (berarti selalu berusaha) necis, jaga Image,berarti .....&quot;
Anaknya berapi api menanggapi berarti pilihannya No 3 dong, aku pilih itu ah...PARBORUBORU. Itu lebih bijak, daripada yang dua lainnya...Orang Tua tertunduk, sebenarnya bukan pilihan bijak tetapi daripada yang keduanya bolehlah...
Orang Tua kembali muda, belajar menjadi Tua...tawaranku kurang bijak, keluhnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221; TAWARAN BIJAK YANG MUNGKIN TAK BIJAK&#8230;..&#8221;</p>
<p>   Seorang orang tua tak pernah menjerumuskan anaknya kecuali orang tua tsb memang orang tua yang belum tua ( Sebab kalau masih muda bisa saja disaatnya nanti berubah menjadi baik dan menjadi tua ) Ketika dia menasehati putranya yang akan menjadi pemuda dan tiba akan  pergi meninggalkannya sang Orang Tua  memberi wejangan pilihan, demikian :</p>
<p>   &#8221; Nak&#8230;! dengar ini penting, sebagai pemuda harus punya pilihan sikap hidup dan arif memilih kesenangan. Setiap orang punya kesenangan dan godaan dunia  kadang kadang membuat kita agak &#8216;naif&#8217; menentukan kesenangan. Bapak akan mencoba memberi tawaran untuk kau pilih dan salah satu dari &#8216;tawaran&#8217; inipun harus dipilih.<br />
   &#8221; Begini nak,&#8230;..! kau putra Batak aku orang tuamu. Sebagian darahmu adalah darahku juga artinya laku hidupmu identik denganku.., saya akan sebut pilihan itu. Manakah dari ketiga pilihan ini yang akan kau pilih kelak sebagai kesenanganmu. Ingat seperti diawal saya sebutkan harus memilih.<br />
   &#8221; Apakah engkau memilih .., PARMINUM ( Tukang Mabok ) atau PARJUJI ( Tukang Judi )atau manjadi PARBORUBORU/PARMAINANON ( Play Boy cap Kepiting ) coba sebutkan pilihanmu, aku ingin dengar dan jujurlah:<br />
( Sang anak tercengang, segera jidat berkenyit, kepala tengadah keatas..pusing&#8230;)<br />
( Setengah jam berpikir, tetap linglung tak mampu menjawab. Orang tua geram anggap anaknya bukan seorang pemikir, ah&#8230;oto do ho ( Bodoh kau &#8230;) memilih pilihan yang adapun bingung. Ini gambaran dari semua itu.<br />
   &#8221; Parminum&#8230;&#8221; adalah seorang yang suka keramaian, senang berkumpul dengan teman, banyak omong, tidak koreksi diri, suka menghayal, sering teledor, lupa waktu, sering sempoyongan, emosi meledakledak, sering pulang larut, tidak memiliki harga diri, jorok, jarang mandi, tidak peduli dengan penampilan, kusut, kumal dan ah..tidurpun tak punya sopan santun,,. godangma tahe&#8230;holan loak do dison&#8230;&#8221;<br />
   &#8221; Parjuji&#8230;&#8221; on pe dang motan. Doanya mudah mudahan banyak keluarga yang melahirkan ( Tidak ikut program pemerintah Suharto KB ), memang rajin maranggap, suka tempat terang, senang curang, tidak jujur, cenderung pendiam, suka ngintip, tangannya tidak mau diam, tidak tahu waktu, pembohong, tidak peduli, suka ngancam,mengada ada, lebih banyak kalah daripada menang, pendendam, acak acakan, suka bertengkar, dan parahnya akan jadi tegaan, jual segala galanya termasuk jual harga diri, dan&#8230;.akan jadi maling&#8230;..&#8221;<br />
   &#8221; Parmainanom (PARBORUBORU), melamun, menunggu waktu, banyak akal, licik, nakal,hati hati, bersih, punya uang (berarti selalu berusaha) necis, jaga Image,berarti &#8230;..&#8221;<br />
Anaknya berapi api menanggapi berarti pilihannya No 3 dong, aku pilih itu ah&#8230;PARBORUBORU. Itu lebih bijak, daripada yang dua lainnya&#8230;Orang Tua tertunduk, sebenarnya bukan pilihan bijak tetapi daripada yang keduanya bolehlah&#8230;<br />
Orang Tua kembali muda, belajar menjadi Tua&#8230;tawaranku kurang bijak, keluhnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ingat Hudon jangan lupa Parsoburan oleh edi</title>
		<link>http://habinsaran.wordpress.com/2007/06/27/ingat-hudon-jangan-lupa-parsoburan/#comment-813</link>
		<dc:creator>edi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 04:47:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://habinsaran.wordpress.com/2007/06/27/ingat-hudon-jangan-lupa-parsoburan/#comment-813</guid>
		<description>Horas Parsoburan, nga tung leleng na so masipaidaan. Boha do nuaeng khabar di huta, nga muba sude ate. Masihol do ahu tu ho. Anggiat boi hita muse pajumpang, Tuhantai ma na mangalehon ganjang ni umur, o huta na gok &quot;kenangan&quot;. Horas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas Parsoburan, nga tung leleng na so masipaidaan. Boha do nuaeng khabar di huta, nga muba sude ate. Masihol do ahu tu ho. Anggiat boi hita muse pajumpang, Tuhantai ma na mangalehon ganjang ni umur, o huta na gok &#8220;kenangan&#8221;. Horas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Anakku oleh Sartono Pardosi</title>
		<link>http://habinsaran.wordpress.com/anakku/#comment-812</link>
		<dc:creator>Sartono Pardosi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 13:33:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://habinsaran.wordpress.com/anakku/#comment-812</guid>
		<description>dang salah marsiajar tu dakdanak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dang salah marsiajar tu dakdanak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Marga Pardosi oleh dohar setiawan pardosi</title>
		<link>http://habinsaran.wordpress.com/2008/12/05/marga-pardosi/#comment-811</link>
		<dc:creator>dohar setiawan pardosi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 10:37:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://habinsaran.wordpress.com/?p=384#comment-811</guid>
		<description>ya ini saya juga pardosi dari pakkat oppung saya raja / kepala adat op.nurut pardosi asalnya dulu memang dari parsoburan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya ini saya juga pardosi dari pakkat oppung saya raja / kepala adat op.nurut pardosi asalnya dulu memang dari parsoburan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pardosi darimanakah asalmu oleh dohar setiawan pardosi</title>
		<link>http://habinsaran.wordpress.com/2008/05/02/pardosi-darimanakah-asalmu/#comment-810</link>
		<dc:creator>dohar setiawan pardosi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 10:00:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://habinsaran.wordpress.com/?p=300#comment-810</guid>
		<description>horasss............ini pardosi dari pakkat,waktu pulang kampung banyak saya liat patung2 marga tp ko ga da patung pardosi tapi dikampung saya ada patung pardosi ditengah2 kampung kecamatan tapi yang perempuan atau boru yang sudah menikah dengan marga rambe.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>horasss&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;ini pardosi dari pakkat,waktu pulang kampung banyak saya liat patung2 marga tp ko ga da patung pardosi tapi dikampung saya ada patung pardosi ditengah2 kampung kecamatan tapi yang perempuan atau boru yang sudah menikah dengan marga rambe.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
