Cintailah Aku sebelum Mati


tubuhku ini kurus dan semakin renta,
di gubuk tua ini aku sendiri
kurasakan tiupan angin menembus kulitku
tulang – tulangku sudah remuk

Lama sekali aku menunggu kehadiranmu
hingga mataku semakin lamur

Linggom anakku engkaukah itu ,
Tiurma baruku engkaukah itu ,
aku dengar suara kalian
aku dengar anakku ,
dimana mama si ucok kenapa dia tidak ikut ?
si Kevin cucuku kau ajaknya dia boruku?

Ah ternyata bukan suaramu nak ?
kusangka kalian
ternyata cuma hosuk

dingin , sunyi ,gelap … bunyi hirik yang ada amang ,

sayup kudengar di televisi 14″ yang kau kirimkan tiga tahun yang lalu
namamu disebut nak ,
bangga aku mendengarnya
ternyata anakku jadi tarbarita,
mauliate Tuhan

Linggom pulanglah nak,
Tiur….. tiur….. tiur …..
aku rindu kalian,
disini ada gulamo sipitpit mata
ada ikkau rata nani pulos dohot rimbang

Linggom anakku nungga loja be ahu inangmu
Tiur hasian bapakmu mengajakku kesana
Dia melambaikan tangan memangilku

Ya Tuhan ,…bila nafasku akan Kau ambil
Beritahulah anakku agar dia melihat aku
Berjanjilah Tuhan … sebelum aku pergi,
Beri anakku linggom mimpi,

Nungga loja au o Tuhan, disi ulu balang ari ……….

Bekasi 07 Juni 2007, 16.30 WIB

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Salam Kenal untuk yang menulis ini.
    Semoga Tuhan mendengar.
    Salam
    *) Habinsaran : Salam Kenal Juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: