Seonggok batu …


Kami ini sudah lelah disini
Entah sampai kapan engkau berdiam
Hai kami bertanya padamu ,
kenapa ?
kenapa engkau diam saja
Entah sampai kapan kami bertahan?
Kami bertanya kedalam hati
Masih adakah nuranimu untuk kami?
Jawablah …..
Sudah lama kami menunggu , menunggu ketidakpastian
Mengharap pada kemuskilan
Hai tuan kami ini datang lagi
dan bertanya padamu
engkau dengarkah kami
Ternyata kami sia-sia bertahan disini
karena engkau tak lebih dari seonggok batu

Kala seonggok batu menjadi pemerintah Juni 15.07, 12.55

Satu Tanggapan

  1. Janganlah berdiam
    Ambil godam dan pedang
    Doa leluhur menyertai
    memohon halilintar
    porhas sihatulungan
    Menyergap
    Seperti halnya Sorimangaraja
    mencari hati besi
    batu kaku
    cadas
    Terbelah menampakkan hati
    Besi dilisat
    menjadi pisau
    Pertanda
    Aku menjadi manusia
    memiliki martabat dan etika….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: