Ada-ada saja


Seorang anak laki-laki mengamati tomat merah yang telah siap dipetik
di sawah seorang petani. “Aku akan membayarmu dua ratus rupiah untuk
tomat itu,” kata anak laki-laki itu sambil menunjuk satu buah tomat
matang yang besar, merah, dan sangat menarik.

“Tidak mau,” kata si petani, “aku bisa mendapat lima ratus rupiah
untuk tomat seperti itu.”

Anak laki-laki itu menunjuk pada tomat yang lebih kecil dan masih
berwarna hijau, “Bagaimana dengan yang itu, dua ratus rupiah boleh?”

“Ooh, kalau yang itu bolehlah,” jawab petani itu, “aku akan memberikan
tomat itu untuk dua ratus rupiah.”

“Assyiikk,” kata si anak, mengakhiri perjanjian jual-beli dengan
menaruh dua ratus rupiah di atas tangan si petani, lalu berkata, “Aku
mau petik tomatku itu satu minggu lagi ya, Pak.” ;

dari : e-humor

2 Tanggapan

  1. Intinya, kesabaran adalah investasi. Aman do atas-bawah, luar-dalam, Laekku?
    *Habinsaran : Betul lae, harus coba-coba investasi nich untuk masa depan .

  2. Setelah dua minggu lagi anak laki-laki itu datang dan melihat tidak ada lagi buah tomat disana, lalu bertanya : “Mana tomatku?’. Petani menjawab : “Saya tidak menjaga tomatmu, dan tomatku semua sudah kupetik dan kujual, kan nggak ada perjanjian aku mejaga tomatmu?” Haaaaaaaaa, kok ngak diasuransikan………
    *Habinsaran : Aku tak kepikir kesana , 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: