Kamu tidak sendiri ….


Di dunia ini, kematian Anda akan segera dilupakan semua orang, kecuali jika Anda seorang selebriti. Mungkin, yang tak akan melupakan Anda hanya sekelompok teman dan sahabat. Namun, Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Allah juga merasakan penderitaan serta kepedihan yang dirasakan oleh mereka yang kehilangan. Bahkan, kematian orang-orang percaya yang rendah hati bisa sangat menyakiti hati-Nya.Baru – baru ini, pemikiran ini muncul di benak saya saat menghadiri pemakaman teman saya, sebut saja Pak Bagus. Keluarga dan pendetanya memuji belas kasihan, kebaikan, dan kemurahan hatinya. Sesudah itu, orang-orang yang mengenalnya sebagai pengusaha membicarakan setiap kebaikannya. Meskipun ia hanya satu di antara sekian banyak pengumuman kematian dikoran, kematiannya merupakan sebuah kehilangan besar bagi kami yang mengenal dekat dan mencintainya. Dan, sungguh melegakan ketika mengetahui bahwa saat Allah menerima kematiannya, Dia turut merasakan kepedihan kita.
Dari situ, saya percaya Dia juga sedang mencucurkan air mata bersama kita dan itu juga menunjukkan walapun kita telah sendiri dalam hitungan dunia tetapi percayalah bahwa kamu tidak pernah sendiri, karena Tuhan selalu beserta kita, demikian janjinya kepada kita seperti tertulis pada Mazmurnya .

  • Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku.
  • Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.
  • Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan.
  • Tetapi aku menyerukan nama TUHAN: “Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!”
  • TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang.
  • TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah,tetapi diselamatkan-Nya aku.
  • Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.
  • Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.
  • Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup.
  • Aku percaya, sekalipun aku berkata: “Aku ini sangat tertindas.”
  • Aku ini berkata dalam kebingunganku: “Semua manusia pembohong.”
  • Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?
  • Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.
  • Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
  • Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku!
  • Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,
  • akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya,
  • di pelataran rumah TUHAN, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem!
  • , dari renungan harian .

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: