Sesak …


Kesesakan menghampiri kita,
kehidupan makin mendesak uluhati kita,
entah nanti , atau hari esok,
masihkah kita disebut manusia merdeka ?
jerit tangismu kudengar,
makianmupun kudengar,
tetapi apakah hingga esok kamu masih bisa menjerit,
oh malang,
sungguh malang benar nasib negeriku ini,
bagaikan bangsa yang kurapan,
kurapan ?
yah kurapan karena petingginya jarang mandi,
dan tak mau berkaca pada cermin,
oh cermin , tunjukkan … tunjukkanlah
wajah mereka, telanjagilah mereka,
buka,
buka semua pakaiannya hingga bugil,
agar dia , agar mereka tahu malu,
agar mereka merasakan dinginnya malam,
oh saudaraku,
sabar … sabar entah sampai kapan,
menjeritlah, menjeritlah pada sang Kuasa
munkin nanti didengar …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: