Memberi


Lalu datanglah seorang kaya, dan ia berkata: Katakanlah kepada kami hal ihwal pemberian. Dan Sang Guru pun menjawab:

” Apabila kalian memberikan harta-hartamu, maka tidak banyaklah pemberian itu. Tapi bila kalian memberi dari diri kalian sendiri, itulah pemberian yang penuh arti. Sebab, apalah arti harta milik itu selain simpanan yang kalian jaga sendiri untuk persediaan esok hari? Bukankah rasa takut kepada kemisikinan adalah kemiskinan itu sendiri?”

Ada orang yang memberi sedikit dari miliknya untuk mencari ketenaran. Maka niat itu akan menjadi racun yang merusak segala yang ia berikan. Ada pula yang memiliki sedikit dan memberikan semuanya. Merekalah yang percaya akan hidup dan anugerah kehidupan yang diberikan Tuhan, maka simpanan kekayaan mereka tidak pernah habis. Ada yang memberi dengan hati gembira, maka kegembiraan pula yang akan menjadi pahalanya.
Melalui mereka inilah Tuhan berbicara, dan dari sinar lembut tatapan para pemberi Tuhan tersenyum kepada dunia. Sungguh baik memberi ketika diminta, tetapi lebih baik adalah memberi tanpa diminta. Karena bagi seorang pemurah, mencari siapa yang akan menerima, adalah kebahagiaan yang melebihi tindak pemberiannya .

dari : LAI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: