Natal Kelabu


Saat ini, semakin banyak gereja yang setiap tahun menyelenggarakan
kebaktian-kebaktian Natal Kelabu bagi orang-orang yang menghadapi
kedukaan dan kehilangan. Musim liburan yang menekankan kebahagiaan
dan kegembiraan acap kali membuat orang-orang yang sedang mengalami
kekecewaan merasa lebih sedih.

Artikel di Associated Press mengutip seorang pendeta yang melukiskan
kebaktian Natal Kelabu sebagai “kesempatan bagi orang-orang untuk
datang dan berada di dalam hadirat Allah serta mengakui dukacita,
keputusasaan, dan kesepian mereka, lalu menyerahkannya kepada Allah.”
Seorang peserta menambahkan, “Itu adalah tempat yang baik untuk
menangis dan tidak seorang pun akan merasa keberatan.”

Selama masa Natal, kita sering membaca nubuatan-nubuatan Yesaya
tentang Mesias yang akan datang, yang akan lahir dari seorang perawan
(Yesaya 7:14) dan disebut “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa
yang Kekal, Raja Damai” (9:6). Namun, mungkin kita juga perlu
memasukkan kata-kata di dalam Yesaya 53: “Ia … seorang yang penuh
kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan…. Tetapi
sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya … dan oleh
bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh” (ayat 3-5). Pemazmur
mengingatkan kita bahwa “[Tuhan] menyembuhkan orang-orang yang patah
hati dan membalut luka-luka mereka” (Mazmur 147:3).

Jika Anda merasa sedih pada hari Natal ini, ingatlah: Yesus datang
untuk menyelamatkan kita, menolong kita, dan menyembuhkan kita –DCM

Dikutip dari : e-RH

Iklan

7 Tanggapan

  1. syaloom…….
    saya senang baca cerita ini. biarlah ini jadi semangat untuk lebih rindu lagi dalam melayani Tuhan,
    *Habinsaran: mauliate

  2. dan bulan ini jadi bulan yang penuh dengan sukacita, berkat.
    GOD BLESS WE ALL

  3. Selamat natal lae. :mrgreen:

    Semoga tidak perlu berkelabu ria di natal ini.

    *Habinsaran : Selamat Natal Juga lae

  4. aku batal “mudik” lae….. 😦
    *Habinsaran: bah boasa

  5. salam natal….
    semuanya…….
    merry christmas and happy new year 2008

  6. Horas Lae…yang penting dalam masa natal adalah refelksi kita tentang tindakan kita selama setahun, apa pencapaian kita. Apakah semua masih berpusah pada Kristus? Apakah semua hasil kita, yang kita miliki dan hidup kita sendiri ada di dalam kasihNYA? Kalau kita bisa melihat itu, natal akan makin bermakna, karena PerayaanKelahiranNya semakin memperbaharui kita melangkah ke depan.
    Natal ini mungkin sedikit “loneliness” di rantau karena tidak bisa pulang karena tugas. Tapi DIA tetap datang ke rumahku hehehehhh…
    *Habinsaran: semoga mampir kerumah dan hatiku juga lae,salam

  7. Semoga Natal tahun 2007 ini membawa kebahagiaan bagi kita seluruhnya khususnya bagi saya sendiri dan kita harapkan pada tahaun-tahun mendatang kehidupan kiuta semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: