Untuk apa Anda hidup?


Untuk apa Anda hidup? Banyak orang hidup hanya sekadar numpang
lewat. Sibuk mencari uang dan menikmati hidup. Kehadirannya tidak
memberi sumbangsih apa pun bagi dunia sekitar. Melaluinya, dunia
tidak menjadi lebih baik. Malah ada orang yang hidupnya selalu
menebar masalah. Untung, tidak semuanya begitu. Ada juga orang-orang
yang berhasil mengubah dunia. Misalnya, Martin Luther King dan Ibu
Teresa. Dunia merasa berutang budi saat mereka meninggal. Dunia
menjadi berbeda karena mereka.

Raja Hizkia termasuk tokoh pembawa perubahan di negerinya. Selama
100 tahun, para raja di Yudea memerintah tanpa mengandalkan pimpinan
Tuhan. Namun, Raja Hizkia berbeda. Ia berani melawan arus. Alih-alih
mengikuti jejak raja-raja sebelumnya, ia menetapkan diri untuk
memimpin Yudea kembali ke jalan Tuhan. Di tengah perjuangannya, ia
jatuh sakit. Hampir mati. Ia pun memohon belas kasihan Tuhan, dan
Tuhan memberinya berkat istimewa. Usianya diperpanjang 15 tahun.
Bahkan, Tuhan berjanji menyertai perjuangannya; menyelamatkan
rakyatnya dari serangan tentara Asyur. Ini tidak mengherankan. Allah
suka memberi berkat istimewa bagi orang yang bisa dipakai-Nya untuk
mengubah dunia.

Tuhan ingin memakai kita menjadi agen perubahan. Tidak harus
perubahan besar. Perubahan kecil pun bisa sangat berarti. Kehadiran
kita bisa menyentuh dan mengubah hidup orang-orang di sekitar kita.
Membuat orang merasa senang, dikasihi, dan dihargai. Hadiah atau
pujian kecil bisa mengenyahkan kesuraman hati seorang teman. Sebuah
panggilan telepon atau e-mail bisa membuat sahabat kita merasa
dicintai. Jadilah agen perubahan hari ini! -JTI

Nats: Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku
akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur
(2 Raja-raja 20:6)

Satu Tanggapan

  1. Bahasan yang menarik.

    Memang, mayoritas manusia hidup dalam ketergantungan kehidupan itu sendiri. Mereka hidup untuk hidup. Namun, di sisi lain, inilah kenyataan yang harus diterima sebagai akibat kemiskinan, kebodohan, dan pembodohan (khususnya oleh pemerintah). Kita tidak dapat berbuat banyak. Perubahan membutuhkan keberanian yang besar, dengan begitu hidup kita akan lebih bermakna. Meski hidup pas-pasan, semangat kekeluargaan harus tetap dijaga demi mencapai sebuah pemaknaan absolut bahwa manusia harus hidup bersama-sama.

    Bravo, Hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: