Pilihlah …


Sebentar lagi pemilu akan segera tiba , kita sebagai rakyat Indonesia diajak untuk sama – sama memilih para calon anggota legislatif yang akan bertugas pada periode yang akan datang .Banyak calon yang menawarkan program-programnya dari yang masuk akal hingga yang gombal . Disinilah kita sebagai masyarakat perlu hati – hati dan waspada harus memilih yang mana, jangan sampai nanti kita terjebak akan pilihan kita, perhatikan kira – kira apakah yang kita pilih ini akan membawa aspirasi kita atau hanya memperhatikan aspirasi rakyatnya (anggota keluarganya) karena banyak yang berslogan demi rakyat padahal disana tersirat dia membela masyarakatnya sendiri ( istrinya, anaknya, mertuanya, dan para kerabatnya), kita mungkin bisa belajar dari cerita berikut ini dan semoga anda tidak salah pilih ,

Ada dongeng tentang seorang penasihat raja yang buruk rupa, tetapi bijaksana. Raja selalu mendengarkan, sehingga sang ratu iri padanya. Ratu merasa bahwa si buruk rupa ini adalah penyihir yang membawa pengaruh buruk pada raja.

Suatu kali ratu menjumpainya dan menghinanya sebagai manusia yang tidak berarti. Sang penasihat tersenyum dan mengatakan bahwa anggur kerajaan yang terbaik disimpan di dalam bejana tanah liat yang kelihatan kotor, sama seperti anggur petani di desa-desa. Ratu tidak mengerti, tetapi ia segera memeriksa hal itu. Betapa terkejut dan marahnya saat mendapati bahwa anggur kerajaan disimpan di bejana tanah liat. Ia memerintahkan agar anggur tersebut dipindahkan ke dalam bejana emas dan perak.

Namun, saat perjamuan makan kerajaan, anggur tersebut menjadi asam, sehingga menimbulkan kemarahan raja. Ratu pun malu dan mengakui kesalahannya. Ia memandang penasihat itu dan mengerti bahwa penampilan tidaklah penting. Buruk rupa tidak berarti buruk isinya. Cantik di luar tak berarti cantik di dalam. Anggur terbaik memang harus disimpan dalam bejana tanah liat.

Paulus menjelaskan bahwa Tuhan bekerja tidak memandang rupa. Apa yang bodoh, tidak terpandang, dan hina bagi dunia dipilih Allah untuk menunjukkan hikmat-Nya. Alangkah bodoh jika pelayanan atau gereja memilih pengurus berdasarkan kulit luarnya-seperti harta, jabatan, atau gelar. Harta, jabatan, dan gelar bisa dipakai Tuhan, tetapi Tuhan lebih melihat isi, yaitu karakter, kedewasaan, dan prinsip hidup melayani. Dia tidak memandang kaya atau miskin, terpandang atau tidak, terpelajar atau tidak -DBS

MANUSIA KERAP MELIHAT KULIT LUAR SEMATA
TETAPI TUHAN MEMILIH HATI YANG TULUS DAN SETIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: