” TAWARAN BIJAK YANG MUNGKIN TAK BIJAK…..”


ditulis oleh : St. S.P.Sipahutar

Seorang orang tua tak pernah menjerumuskan anaknya kecuali orang tua tsb memang orang tua yang belum tua ( Sebab kalau masih muda bisa saja disaatnya nanti berubah menjadi baik dan menjadi tua ) Ketika dia menasehati putranya yang akan menjadi pemuda dan tiba akan pergi meninggalkannya sang Orang Tua memberi wejangan pilihan, demikian :

” Nak…! dengar ini penting, sebagai pemuda harus punya pilihan sikap hidup dan arif memilih kesenangan. Setiap orang punya kesenangan dan godaan dunia kadang kadang membuat kita agak ‘naif’ menentukan kesenangan. Bapak akan mencoba memberi tawaran untuk kau pilih dan salah satu dari ‘tawaran’ inipun harus dipilih.
” Begini nak,…..! kau putra Batak aku orang tuamu. Sebagian darahmu adalah darahku juga artinya laku hidupmu identik denganku.., saya akan sebut pilihan itu. Manakah dari ketiga pilihan ini yang akan kau pilih kelak sebagai kesenanganmu. Ingat seperti diawal saya sebutkan harus memilih.
”Apakah engkau memilih .., PARMINUM (Tukang Mabok) atau PARJUJI (Tukang Judi) atau manjadi PARBORUBORU/PARMAINANON (Play Boy cap Kepiting) coba sebutkan pilihanmu, aku ingin dengar dan jujurlah:
(Sang anak tercengang, segera jidat berkenyit, kepala tengadah keatas..pusing…)
(Setengah jam berpikir, tetap linglung tak mampu menjawab. Orang tua geram anggap anaknya bukan seorang pemikir, ah…oto do ho ( Bodoh kau …) memilih pilihan yang adapun bingung. Ini gambaran dari semua itu.
” Parminum…” adalah seorang yang suka keramaian, senang berkumpul dengan teman, banyak omong, tidak koreksi diri, suka menghayal, sering teledor, lupa waktu, sering sempoyongan, emosi meledakledak, sering pulang larut, tidak memiliki harga diri, jorok, jarang mandi, tidak peduli dengan penampilan, kusut, kumal dan ah..tidurpun tak punya sopan santun,,. godangma tahe…holan loak do dison…”

” Parjuji…” on pe dang motan. Doanya mudah mudahan banyak keluarga yang melahirkan ( Tidak ikut program pemerintah Suharto KB ), memang rajin maranggap, suka tempat terang, senang curang, tidak jujur, cenderung pendiam, suka ngintip, tangannya tidak mau diam, tidak tahu waktu, pembohong, tidak peduli, suka ngancam,mengada ada, lebih banyak kalah daripada menang, pendendam, acak acakan, suka bertengkar, dan parahnya akan jadi tegaan, jual segala galanya termasuk jual harga diri, dan….akan jadi maling…..”
” Parmainanom (PARBORUBORU), melamun, menunggu waktu, banyak akal, licik, nakal,hati hati, bersih, punya uang (berarti selalu berusaha) necis, jaga Image,berarti …..”

Anaknya berapi api menanggapi berarti pilihannya No 3 dong, aku pilih itu ah…PARBORUBORU. Itu lebih bijak, daripada yang dua lainnya…Orang Tua tertunduk, sebenarnya bukan pilihan bijak tetapi daripada yang keduanya bolehlah…
Orang Tua kembali muda, belajar menjadi Tua…tawaranku kurang bijak, keluhnya…

2 Tanggapan

  1. Bagusssss…………… itu baru Orang Tua yang bijak.
    dari pada si orang tua tadi ngasih pilihan yang lebih menggiurkan si anak seperti PENODONG yang akan cepat kaya raya, ya khan coy….!!!!!!!!!!!
    tapi , si bapak tadi msih kurang bijak sedikit. Apasalahnya jika si Anak dikasih pilihan biar anaknya menjadi seorang PANGOTA(penipu). Itu kan lebih enak daripada PLAY BOY cap jempol terbalik yang tadi….??????
    Mengapa begtu ?
    karena pangota tadi telah merangkap semua pilihan yang dikasih sama sang anak, ya ngga’ coy………………

    Selajutna ba di tambai angka dongan ma muse ……………….

  2. Dengan memilih salah satu opsi yang disodorkan oleh orang tua yang tidak bijak tersebut, dengan sendirinya si anak telah melakukan opsi yang pertama dan yang kedua, karena pada dasarnya orang yang playboy biasanya pemabuk dan penjudi juga. Sama halnya dengan kejadian berikut ini : Suatu ketika seorang raja memanggil salah seorang hambanya ke suatu ruangan. Dalam ruangan tersebut tersedia minuman beralkohol, gadis cantik dan nenek tua. Sang raja menawarkan kepada hambanya untuk harus memilih tiga kegiatan yang akan dilakukan yaitu; meminum alkohol sampai mabok, memperkosa gadis cantik atau membunuh si nenek. Sang hamba sangat kaget bercampur takut mendengar tawaran sang raja karenana tawaran tersebut sangat bertentangan dengan hati nurani si hamba, tetapi karena yang manawarkan adalah raja maka dia harus memilih, sambil berfikir tentang resiko minimal yang akan ditanggung oleh sang hamba. Sang hamba melihat gadis cantik untuk diperkosa, tetapi dia langsung mengingat adik perempuannya dan berfikir bahwa memperkosa itu dosanya besat karena berbuat zinah dan menyakiti orang lain dan akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk memperkosa. Kemudian dia melirik ke si nenek untuk membunuh, tetapi dia langsung ingat ibunya di rumah dan berfikir membunuh juga dosanya besar dan dilarang oleh agama. Kemudian dia melirik ke minuman. Dalam hatinya, kalau saya minum sampai mabok tidak akan merugikan orang lain, dan akibatnya hanya saya sendiri yang menanggung. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya sang hamba minum sampai mabok. Apa yang terjadi, tertunya kalau sudah kondisi mabok akal sehat dan nalar menjadi hilang. Sang hamba melihat kemolekan tubuh si gadis, timbul niat untuk memperkosanya. Tetapi niatnya diurungkan karena disampingnya dilihat si nenek sedang memperhatikan sang hamba. Si hamba merasa terganggu diperhatikan si nenek untuk melakukan aksinya, maka timbul niatnya untuk membunuh sinenek sebelum dia memperkosa si gadis cantik. Sebenarnya ceritanya masih panjang…. tetapi …. ruangnya terbatas…… Horas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: