MENERIMA KEADAAN


Konon katanya disuatu daerah ada sebuah gua yang didalamnya terdapat mata air keramat. Banyak orang datang mengunjungi mata air tersebut. Dengan memiliki keyakinan bahwa penyakit apa saja bisa disembuhkan hanya dengan bantuan air keramat tersebut.
Suatu hari seorang korban kecelakaan datang ke tempat itu. Ia berjalan terpincang-pincang dengan bantuan tongkat karena telah kehilangan sebelah kakinya pada saat dia mengalami kecelakaan. Walau dengan susah payah dia akhirnya tiba di mulut gua tersebut.

Saat dia tiba disekitar gua keramat banyak orang melihat kedatangan sang tamu yang terpincang – pincang itu. Dari setiap mulut keluar kata-kata yang hampir senada memberikan rasa belas kasihan; “Kasihan orang ini! Apakah ia datang dan memohon agar Tuhan mengembalikan sebelah kakinya yang hilang itu?”

Kebetulan sikorban kecelakaan  itu mendengar perkataan mereka, karena itu ia berdiri, membalikan badannya ke arah mereka dan dengan tenang berkata; “Aku datang bukan untuk meminta agar Tuhan memberikan saya sebelah kaki yang baru. Tapi aku datang dan berdoa memohon bantuan Tuhan agar setelah kehilangan sebelah kakiku, aku masih mampu dengan penuh pasrah menerima keadaan diriku. Aku berdoa agar mampu hidup tanpa sebelah kaki.”

Menerima keadaan diri sendiri dan hidup hanya dengan sebelah kaki sungguh merupakan sebuah mukjizat. Mari kita belajar untuk senantiasa bersyukur dan berterima kasih, tak hanya karena keberhasilan dan keberuntungan yang kita peroleh, tetapi juga karena kegagalan dan kemalangan yang datang menghadang. Mari kita juga belajar untuk menerima apa yang “hilang” dalam dan dari hidup kita.

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 1 Tesalonika 5:18

3 Tanggapan

  1. Sederetan kata yang mudah di ucapkan, tapi amat sangat sulit untuk di laksanakan (manusiawi Kurasa) , berbahagialah orang yang uda sampai kesana, horas lae, ondope pasuo lewat web, sukses selalu

  2. saya sangat salut terhadap orng yg dalam crt itu kakinya tinggal satu.tapi dia bisa menerima kenyataan.dia tak lupa berdoa kepada Tuhan, agar tetap tabah dan diberikan kekuatan.

  3. Sangatlah sedikit cara untuk membuat hidup yang bahagia,semua itu ada didalam diri kita yaitu didalam cara kita berpikir, bersikap dan bertindak ^_*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: