Bersyukurlah Selalu


“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)

Ungkapan syukur kita lebih kencang apabila kita mendapat berkat – berkat , namun sungut-sungutlah yang keluar dari mulut kita apabila menemukan duka dalam kehidupan kita, sungguh hal ini adalah manusiawi dan sah – sah saja.Sebagai seorang anak – anak Tuhan , hari ini kita mau belajar mengucap syukur dalam keadaan apapun agar hidup kita tidak terpuruk dalam belenggu kuasa dosa. Ada sebuah illustrasi tentang perjalanan kehidupan yang bisa petik hikmah dan pelajaran yang menguatkan kita .

“ Seorang Bapak dengan lunglai berjalan tak tentu arah dan dipenuhi dengan rasa putus asa, karena sudah beberapa lama tidak memiliki pekerjaan yang tetap, kondisi finansial keluarganya morat-marit. Tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu , eh ternyata sebuah koin kuno yang sudah penyok. Diapun membawa koin itu ke bank dengan harapan bisa ditukar namun pihak bank menyarankannya untuk membawa koin itu kepada kolektor dan benar saja kolektor menghargai koinnya 30 dollar, luar bisa ,hoki.

Sibapak itu begitu senang, pada saat melewati toko perkakas, dilihatnya ada beberapa lembar kayu obral. Dengan 30 dollar itu, dia membeli kayu tersebut untuk membuat rak idaman  istrinya. Dalam perjalanan, dia melewati bengkel pembuat mebel. Tak terduga mata pemilik mebel yang sudah terlatih melihat bahwa kayu yang dipanggul lelaki itu adalah kualitas yang bermutu. Diapun menawarkan lemari 100 dollar untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang melihat lemari yang indah itu menawarnya 200 dollar. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawaran menjadi 250 dollar. Lelaki itu setuju lalu mengembalikan gerobaknya pada tukang mebel.

Sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran uang senilai 250 dollar itu. Tiba-tiba, ada perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, dan kabur. Kebetulan istrinya melihat hal itu dan berlari mendekatinya seraya bertanya, “Apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh…bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi.”

Kadang kita punya kehidupan yang seperti itu. Susah payah kita berusaha menjadikan koin penyok untuk menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Koin penyok itu bisa saja uang yang kita kumpulkan dengan susah payah, berkat dari orang lain, bisa apa saja. Kesempatan hidup kita dapat membawa kepada hal-hal yang lebih baik lagi. Namun, ketika kita ingin menikmati hasilnya, seolah-olah semuanya dirampas begitu saja.

Namun, kita lupa untuk tetap bersyukur. Baik ketika kita kaya ataupun miskin, baik ketika hidup terasa mudah ataupun susah, baik ketika sakit maupun sehat, baik saat menderita ataupun bahagia, semuanya harus disertai dengan ucapan syukur karena Tuhan selalu beserta kita. Pemeliharaan Tuhan untuk selama-lamanya dalam hidup kita, apapun keadaan kita.

Dkn. Sahat Sipahutar / 23 April 2012

Sumber : Renungan Harian

Iklan

Satu Tanggapan

  1. saya bersyukur sudah temukan blog ini, -kemudian berharap agar lebih memaknai pergumulan hidupku adalah juga merupakan rencana Tuhan untuk hidup yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: