Pelayan Tuhan Menyakini Panggilan Serta Pengutusannya


Yeremia 1: 4-8

Janganlah takut kepada mereka ,sebab Aku menyertai engkau …. (ay 8 )

Saudara – saudara yang terkasih didalam Yesus Kristus ,beberapa minggu yang lalu sebagian dari anggota jemaat ini telah terpilih dan telah dibekali dengan persiapan untuk menjadi utusan Allah untuk memberitakan berita keselamatan itu dan menjadi pelayan ditengah – tengah kita. Jika saudara adalah bagian dari yang terpilih tentunya itu bukanlah sebuah kebetulan belaka, percayalah bahwa Tuhan punya rancangan yang indah dalam kehadiran saudara menjadi pelayan ditengah –tengah jemaatNya.

Namun tidak sedikit diantara utusan yang baru terpilih merasakan dan mungkin juga berkata didalam hati : ”Ah Tuhan Allah ! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku  masih muda”,” Ah apakah aku sudah pantas untuk tugas ini ”. Saudaraku hari ini engkau telah menjadi utusan Allah , jangan lagi katakan itu, tetapi  kepada siapapun engkau di utus , haruslah engkau pergi, dan apa yang diperintahkan kepadamu harus engkau sampaikan, sebab Tuhan Allah akan menyertai engkau dan memperlengkapi engkau dalam segala kekuranganmu.

Dalam bacaan kita hari ini Allah berkata kepada Yeremia : “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu .Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (Yeremia 1:5) , firman Tuhan ini bisa kita pedomani sebagai pegangan kita dalam menjalankan tugas – tugas kita kedepan tanpa ada perasaan seperti yang telah disebutkan diatas .

Saudara- saudaraku yang terkasih didalam Yesus Kristus , proses menjadi pelayan atau presbiter itu memanglah bukan sebuah hal yang instan atau terjadi begitu saja, namun semuanya itu akan berjalan dan berproses dalam perjalanannya ,yang perlu kita yakini bahwa setiap langkah kita dalam melaksanakannya harus dengan sikap penyerahan diri secara utuh dan sepenuh hati kepadaNya dan percayalah uluran tangan Tuhan akan menjamah kita serta memampukannya.

TUHAN itu maha kuasa, IA dapat melakukan segala sesuatu untuk mewujudkan rencanaNya, tanpa kita, TUHAN dapat melakukan segala rencananya . Ia memanggil kita bukan karena ketidakmampuan DIA tetapi DIA memberikan kehormatan kepada kita untuk terlibat dan mengambil bagian dalam rancanganNya. Kita yang penuh dengan kekurangan ini diberikan kesempatan melakukan pekerjaan Allah yang kudus dan mulia itu adalah sebuah hal yang Luar Biasa, maka bersukacitalah senantiasa untuk melakukan pekerjaan pengutusan ini.

Hari – hari kedepan kehidupan kita sebagai gereja akan semakin kompleks , tantangan demi tantangan akan menghadang dalam pelayanan baik dari dalam mupun dari luar untuk itu sebagai pelayan sebaiknya hanya mengadalkan kehadiran Allah Tuhan untuk menghadapi semua itu.

Saudara – saudara yang terkasih kini jangan lagi bertawar hati , katakalah “Ini aku utuslah aku” seperti syair lagu Pelengkap Kidung Jemaat  177 berikut ini :

Aku Tuhan semesta, Jeritanmu Kudengar. Kau di dunia yang gelap ‘Ku s’lamatkan.
Akulah Pencipta t’rang; malam jadi benderang. Siapakah utusanKu membawa t’rang?

Refrein:
Ini aku, utus aku! Kudengar Engkau memanggilku.
Utus aku; tuntun aku; ‘Ku prihatin akan umatMu.

Selamat Melayani , Dkn Sahat Sipahutar/ 11 September 2012

2 Tanggapan

  1. good” trimakasih atas renungan y ‘ smoga brmanfaat bgi stiap yg membaca dan melakukan y’

  2. Refrein:
    Ini aku, utus aku! Kudengar Engkau memanggilku.
    Utus aku; tuntun aku; ‘Ku prihatin akan umatMu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: