Prajurit Kristus


2 Timotius 2:1-7

“ Panggilan untuk ikut menderita ”

Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

Menjadi pengikut Kristus merupakan panggilan yang sangat mulia karena kita tidak hanya diangkat sebagai anak-anak Allah, tetapi kita juga dipersiapkan untuk menjadi prajurit-prajuritNya.  Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa setiap orang percaya sedang diperhadapkan dengan peperangan rohani yaitu berperang melawan  “ hawa nafsu, keserakahan, keakuan, dan juga melawan unsur jahat yang ada diluar iman percaya kita “.

Oleh karena itu kita harus benar-benar menjadi seorang prajurit yang tangguh supaya kita dapat melawan dan mematahkan segala tipu muslihatnya.  Ketahuilah bahwa Iblis selalu menjalankan taktik liciknya dengan berbagai macam cara untuk menjatuhkan iman anak-anak Tuhan.  Jika kita tidak melawannya, kita akan terseret dan termakan oleh bujuk rayu Iblis, Cara terbaik untuk lolos dari godaan adalah berlari kepada Allah.

Menjadi prajurit yang benar-benar tangguh di akhir zaman tidaklah mudah, ada harga yang harus kita bayar dengan sepenuhnya Fokus kepada Tuhan Allah seperti yang tertulis “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya (2:4).

Seorang prajurit yang masih harus terus disibukkan dengan urusan pribadi dan mengesampingkan perkara-perkara rohani tidak akan berkenan kepada Tuhan.  Banyak orang Kristen yang tidak lagi mengutamakan Tuhan dalam hidupnya, jam-jam doanya berkurang, tidak lagi tekun membaca dan merenungkan firman Tuhan dan mulai malas beribadah dengan alasan capai atau sibuk bekerja ,keintiman dengan Tuhan Allah merosot ketitik yang paling rendah.

Sangatlah berbahaya bila seorang prajurit telah kehilangan fokus saat berperang meski itu hanya sesaat saja karena ia bisa kehilangan nyawanya.

Kristus adalah komandan kita, dan sebagai prajurit kita harus taat kepada Nya.  Apa pun yang diperintahkan komandan, kita harus kerjakan dengan sepenuh hati sesuai dengan aturan yang ada (firman Tuhan) agar kita mendapat mahkota kehidupan (2:5) dan kita diminta haruslah bekerja keras  untuk menikmati hasil yang terbaik (2:6) .

Saudaraku-saudara yang terkasih jadilah prajurit – prajurit yang setia dan taat dalam mengarungi kehidupan ini. (Diaken Sahat Sipahutar, 11 Oktober 2012).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: