GARAM DUNIA


2 Raja-raja 2: 19-22

Dalam perikop Elisa menyehatkan air di Yerikho, nabi Elisa mempergunakan Garam sebagai medianya. Garam seharusnya justru merusak air dan tanah. Ia sengaja menggunakan garam untuk menunjukkan bahwa semua itu merupakan mujizat dari Tuhan.
Alkitab menyebut orang percaya, sebagai garam dunia (Matius 5:13), sebagai orang percaya tidak boleh puas hanya dengan berkutat dalam habitat rohaninya, namun mesti berani melangkah keluar dan memberi dampak pada dunia sekitarnya.

Garam memiliki banyak manfaat ,sedemikian halnya dengan keberadaan orang Kristen /pengikut Kristus didalam dunia :
Garam biasanya digunakan sebagai penyedap rasa
Orang percaya seharusnya menegakkan kesadaran moral, sehingga dalam aspek kehidupan, dapat dirasakan adanya pengaruh dari cara-cara Allah.
Garam membuat buah anggur terasa manis.
Orang percaya seharusnya dapat pula memaniskan kepahitan hati orang-orang yang merasa berdukacita, tertindas dan tersingkir.
Garam dapat digunakan untuk mematikan rumput-rumput liar yang tumbuh pada retakan jalan setapak.
Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di lingkungan sekitar kita seharusnya dapat dilenyapkan oleh pengaruh umat Tuhan.
Garam dapat melembutkan es.
Kita seharusnya dapat “mencairkan” kebekuan hati orang-orang yang mengeraskan diri dan menentang kebenaran Allah.
Garam dapat mengawetkan makanan atau membuatnya tidak segera membusuk.
Orang-orang Kristen seharusnya juga mempunyai pengaruh yang melindungi lingkungan tempat dia berada dari kemerosotan dan kebejatan moral.

Cara Nabi Elisa menyelesaikan persoalan, adalah dengan cara Allah, bukan dengan cara manusia, dengan demikian, sebagai pengikut Kristus, kita juga harus menyelesaikan masalah kehidupan kita atau di sekitar kita dengan cara Kristus, bukan dengan cara kita, lakukanlah cara Kristus, dan kita akan menuai mujizat!
Tuhan senantiasa menyertai nabi yang menyuarakan perintahNya, demikian pula Tuhan menyertai kita sebagai orang percaya yang telah diselamatkan Kristus. Penyertaan Tuhan menyebabkan Nabi Elisa dapat menyelesaikan persoalan dimana ia berada, demikian pula dengan kita dimanapun kita berada, dengan pertolongan Tuhan, kita pasti dapat menyelesaikan berbagai problem kehidupan yang muncul dalam kehidupan kita
Jadilah Garam Dunia dan mulailah dengan dunia dimana kita berada, yaitu rumah-tangga kita, niscaya dengan mulai melakukan hal-hal kecil dari konteks yang paling kecil maka seperti dikatakan dalam Matius 25:21.
Marilah kita masuk dan turut cara Tuhan maka kita akan dapat melakukan perkara-perkara besar dan menetap seperti yang nabi Elisa lakukan.

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: