Menang Atas Pencobaan


(Matius 4 : 1-11)

“Enyahlah, Iblis! ….. Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Pencobaan kelihatannya selalu ada disepanjang perjalanan sejarah kehidupan manusia dibumi. Pasti itu ada gunanya, salah satunya ialah menguji atau memperkuat iman kita. Iblis itu selalu mencari celah untuk mengalahkan manusia. Ada banyak yang sudah menang atasnya, namun tidak dapat dipungkiri banyak pula yang jatuh kalah oleh rayuannya. Pencobaan berasal dari si jahat, dengan berbagai cara dan bentuk tawaran yang menggiurkan. Tujuannya hanya satu yakni memisahkan manusia dari Allah.Si Iblis memang sangat licik , Yesuspun tak luput dari pencobaan dan pada akhirnya Yesus selalu menang. Ada 3 (tiga) motif utama godaan yang dilakukannya; Keinginan daging, Keangkuhan hidup, Keinginan mata. Ini adalah pertanda bahwa iblis sangat tahu kelemahan manusia. Bangsa Israel telah gagal menghadapi pencobaan dan bahkan mengecewakan Allah (band 1 Kor 10:1-13). Jika dikaitkan dengan pencobaan terhadap Adam dan hawa (Kej.3), yang membuat mereka jatuh adalah keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (1 Yoh 2:16). Pintu masuk cobaan yang pertama ialah rasa lapar (keinginan daging). Keadaan kelaparan ini menunjuk kepada sungut-sungut orang Israel akan kelaparan yang pada akhirnya Allah menjawab lewat pemberian manna. Orang sering jatuh karena perkara perut artinya kelemahan kita tentang ini dapat menjadi pintu bagi pencobaan menjatuhkan kita. Ini berhubungan dengan pencobaan lewat keinginan daging sebagai manusia. Pintu masuk yang kedua ialah keangkuhan sikap meminta tanda tanda mukjizat dari Allah sama seperti orang Israel yang selalu meminta tanda mukjizat dari Allah juga. Tujuannya ialah untuk memuaskan perasaan dan menenangkan hati dengan keyakinan instan. Artinya mata hati manusia yang tidak puas dengan cara kerja Allah dapat dipakai oleh si Iblis merusak hubungan kita dengan Tuhan sebab iman tidak dibangun melalui pengenalan Allah secara sempurna. Pintu masuk ketiga ialah keinginan mata, tawaran memiliki seluruh dunia dan menikmati kemegahannya. Ini berarti keinginan mata dan kepuasan pikiran karena penglihatan seluruh dunia dipikat oleh kemegahan itu. Ingin memiliki segalanya dan pada akhirnya melupakan Tuhan. Melalui firmanNya yang kit abaca dalam Matius 4 1-11, Yesus memberikan solusi bagi kita; melalui penyerahkan diri kepada Roh Tuhan yang selalu memimpin perjalanan kita, juga kita menghadapi kuasa godaan dengan senjata ‘pedang Roh’ yaitu Firman Allah. Firman itulah yang menjadi ‘pertahanan’ sekaligus ‘penyerangan’. Firman Tuhan ini menegaskan bahwa kita mesti yakin bahwa kalau kita ada di dalam Tuhan dan hidup di dalam Firmannya, apapun cobaan yang yang datang kita pasti menang. Iblis provokator dari luar, kitalah eksekutornya. Jadi kita penentuannya apakah menang atau justru kalah kita harus berjuang, bertahan dan akhirnya harus menang atas rayuan si penggoda itu. Salam – Pnt. Sahat Sipahutar/Sek.XI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: