Sudahkah Yang Terbaik

”Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin.  Mimpi hari ini adalah Kenyataan Hari esok” adalah sebuah ungkapan yang baik dan memberi semangat untuk digunakan menghadapi pertarungan keberhasilan dalam kehidupan.

Saat ini kita telah memasuki tahun yang baru adalah saat yang penting untuk introspeksi atas prestasi yang telah kita capai pada tahun yang lalu hingga dengan saat ini dan pada saat yang sama kita hendaklah berani merencanakan untuk keberhasilan kita di tahun yang akan kita jalani .

Continue reading

BERTEMU dan BERTAMU

Bagi kita kawula untuk bertamu atau bertemu dengan orang – orang besar atau para pemimpin sudah hampir dapat dipastikan harus melalui tatakrama atau aturan protokoler dan bahkan terkadang kita harus menjalani serangkaian proses yang cukup jlimet untuk bisa bertemu dengan mereka .

Dalam budaya tertentu misalnya kawan-kawan kita yang bersuku Jawa kalau mau bertemu dengan Kanjeng Sinuwun haruslah berjalan dengan mendodok, jalan dengan hampir terduduk bukan hanya terbungkuk itulah aturan yang berlaku bagi kawulo alias wong cilik .

Tuhan Allah datang bertemu dan bertamu dengan kawula justru membalik semua aturan diatas, DIA hadir dengan cara-Nya , ada beberapa catatan dalam alkitab kehadiran Tuhan Allah mengujungi kawulanya seperti dalam , Kejadian 3:8 ;Allah menjumpai Adam dan Hawa, Kejadian 15:5; Allah menjumpai Abraham , 1 Samuel 3:10; Allah menjumpai Samuel , dan pada hari ini Tuhan Allah melalui PutraNya Yesus Kristus menjumpai kita , bertemu dan bertamu dalam hidup kita seperti yang tertulis dalam Lukas 2 :11 “ Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan  ,  di kota Daud.”

Dia hadir dengan segala kerendahan dan bahkan dilahirkan di kandang domba. Allah tidak tahan gengsi dan  menanti disinggasana tinggi, melainkan mengunjungi  .Ia merendahakan diri , Ia menyejajarkan diri , Ia mencari kita.

Bagi kita semua kawolu “ Selamat bertemu dan bertamu dengan Tuhan Yesus yang sudah datang pada hari ini , terimalah Dia dengan segenap hatimu , Selamat hari Natal Tuhan Yesus memberkati.” Amin

Kasih itu Ajaib

Putri Elizabeth adalah seorang putri yang selain berwajah cantik nan rupawan , dia juga adalah seorang putri yang berhati mulia, ia murah hati dan suka memberi. Bahkan menurut suaminya yaitu Pangeran Ludwig , Putri Elizabeth terlalu bermurah hati inilah kisah legenda seorang putri yang terlahir di Brastislava. Disekitar mereka banyak orang yang berkekurangan dan petani miskin, orang-orang inilah yang sering ditolong oleh sang putri yang walaupun dilarang oleh suaminya, putri Elizabeth secara sembunyi-sembunyi sering membawa roti dalam keranjang yang ditutupi oleh mantel untuk dibagi bagi didesa disekitar mereka. Continue reading

JANGAN JEMU BERBUAT BAIK

2 Tesalonika 3:13 dan Galatia 6 : 9

Perempuan itu duduk disalah satu tangga jembatan penyeberangan dijalan Sudirman Jakarta sambil memangku bayi kecil kurus. Bayi itu tidak memakai baju, hanya sehelai serbet yang Menutupi tubuhnya yang berkulit gelap. Sebuah kaleng bekas permen terletak dekat bayi itu supaya orang bisa melemparkan uang receh kedalamnya. Continue reading

Bad Leadership Characteristics

1. Poor leadership felt the need to master all the services.

When leaders feel that all programs in the church need their approval, they have an unhealthy sense of leadership, the church and Christ himself. This kind of Christian leaders act as if Christ were on vacation and have a responsibility to them because they have special abilities. However, Christian leaders do not always know what is best for the church and they do not necessarily know. As leaders they should help the people of God relate to the Head and follow His leading because our Father knows best.

2. Poor leadership needs to filter out the voice of God.

Often times, Christian leaders believe that other Christians are not able to understand God’s word correctly. Therefore, they become translators of God, declare what God wanted to say, as if God does not understand the language, context, and the challenges we face. Even if these leaders believe that God can explain Himself well enough, they still think that most Christians do not really understand the word of God without the help and expertise of the leader.

3. Poor leadership promoting top-class Christianity.

During the nearly two thousand years, Christianity has been hit by an evil doctrine that has damaged the entire existence of the church and church deeds in this world. This doctrine is the doctrine of the separation between the clergy and laity. In spite of the reforms and the emergence of the priesthood of all believers, who delivered pleh Protestants, we still receive two classes of Christians dakam Kingdom of God, and this is wrong.
Professional Christian leaders have a personal interest to continue this perception rather than change it. When a commitment to follow Christ and bring about change, he was usually challenged to do it professionally and do it as “the laity”. This pattern continued distinction of class and seems to cause all the other Christians were less committed. Unfortunately, the lay leaders are often seen as agents of change is less potential in this world.

4. Poor leadership emphasizes knowledge with menngorbankan obedience.

When leaders believe that their role is as a teacher and protector of the word of God, the church is more than an academic institution into a spiritual family that runs the mission. The emphasis on knowledge creating a false set of values ​​that destroy the church and also the image of Christ in this world. When we mess up the knowledge and maturity, we allow the congregation to receive a lot of teaching without the responsibility to comply. The result is congregations that are less mature. Nothing more than that. We can teach every day that obedience is important. However, teaching is not the same as obedience obedience itself. In fact one could question whether you really understand something so you put it into practice. So, even on our existing knowledge is questionable if we do not practice what we have learned.

Lima Jurus Jitu Meng Hypnosis Anak

Mohon maaf pada penulis asli, karena belum ijin mengcopy tulisan ini , disadur langsung dari tulisan

http://www.timothywibowo.com/blog/lima-jurus-jitu-menghypnosis-anak/

Banyak rekan dan sahabat mengeluh bagaimana mengatasi perilaku anak mereka, seakan-akan anak merupakan bumerang bagi orang tuanya, loh.. kok bisa tanya saya? “Iya, saya bilang jangan lari-lari, eh.. malah lari ” keluh bapak Kodir. Tentunya banyak teman atau saudara kita yang memiliki anak kecil yang mengalami hal serupa. Ada beberapa hal yang tidak diketahui oleh orang tua, bagaimana seorang anak memproses informasi yang dia peroleh. Otak yang berada pada diri anak kecil sangatlah jauh berbeda dengan otak yang ada di kepala orang dewasa, loh.. apa bedanya? Bedanya, seorang anak terutama usia 5 tahun ke bawah memiliki daya serap informasi yang sangat tinggi, mudah sekali mempelajari  segala sesuatu. Bahkan beberapa ahli mengatakan usia 0-3 tahun adalah Golden Age. Baiklah, ada beberapa cara ampuh untuk memodifikasi perlaku anak (dibawah 12 tahun), yang bisa saya bagikan.


A. Beritahu Langsung (Direct Suggestion)
Tehnik ini sungguh mudah dan gampang, Anda hanya perlu memegang kedua bahu atau ke dua tangan sambil mata melihat ke anak anda dengan tatapan datar, tidak bermaksud memarahi ataupun bercanda, dan mengatakan hal yang Anda inginkan misal “mulai besok dan seterusnya belajar adalah kegiatan yang menyenangkan”, katakan dengan nada yang tegas (bukan di bentak), sambil mata orang tua dan anak saling bertatapan. Ulang saja kata tersebut tiga kali setelah itu biarkan anak Anda melakukan aktivitasnya kembali, mudah bukan? Hanya tingal panggil anak Anda, pegang kedua bahu atau kedua tangannya (pertanda Anda mengajaknya berbicara secara serius) dan ucapkan kalimat saktinya “makin hari kamu makin…”. Satu hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan tehnik ini yaitu penggunaan kalimat negatif. Penjelasan penggunaan kalimat negatif akan saya jelaskan pada jurus ke 2, Bioskop Ajaib.

Continue reading